KONTAN.CO.ID - Harga emas dan perak dunia melonjak ke level tertinggi sepanjang sejarah pada perdagangan Senin (19/1/2026), seiring meningkatnya aksi pembelian aset aman
(safe haven) di tengah ketegangan geopolitik terkait sengketa Greenland. Lonjakan harga terjadi setelah Presiden Amerika Serikat (AS) Donald Trump mengancam akan memberlakukan tarif tambahan terhadap sejumlah negara Eropa, kecuali Amerika Serikat diizinkan untuk membeli Greenland. Pernyataan tersebut memicu kekhawatiran pasar terhadap eskalasi konflik dagang dan geopolitik.
Baca Juga: Harga Minyak Stabil Senin (19/1), Namun Isu Greenland Picu Gejolak Pasar Baru Melansir
Reuters, harga emas spot melesat 1,7% ke level US$ 4.672,49 per ons troi pada pukul 12.05 waktu setempat, setelah sempat menyentuh rekor tertinggi di US$ 4.689,39 per ons troi. Sementara itu, kontrak berjangka emas AS untuk pengiriman Februari naik 1,8% ke US$ 4.677,70 per ons troi. “Ketika risiko kebijakan dan geopolitik kembali mencuat, pasar biasanya bereaksi cepat dengan mengalihkan portofolio ke aset
safe haven, dan emas kembali menjadi pilihan utama,” ujar analis pasar senior XS.com, Linh Tran. Ancaman tarif Trump terhadap sekutu-sekutu Eropa tersebut turut menekan nilai dolar AS. Investor berbondong-bondong masuk ke aset aman seperti emas, yen Jepang, dan franc Swiss, mencerminkan meningkatnya sikap risk-off di pasar global. Emas secara historis memang diuntungkan dalam kondisi ketidakpastian geopolitik dan ekonomi, serta saat suku bunga berada di level rendah.
Baca Juga: Isi SMS Trump ke Perdana Menteri Norwegia: Kecewa Tidak Mendapat Nobel Sepanjang 2025, harga emas melonjak lebih dari 64%, dan sejak awal 2026 telah naik lebih dari 8%. Dari sisi kebijakan moneter, Wakil Ketua Federal Reserve bidang Pengawasan, Michelle Bowman, pada Jumat lalu menyatakan bahwa kondisi pasar tenaga kerja AS masih rapuh dan berpotensi melemah dengan cepat. Oleh karena itu, bank sentral AS perlu tetap siap memangkas suku bunga kembali jika diperlukan. Pelaku pasar saat ini memperkirakan The Fed akan menahan suku bunga acuannya dalam pertemuan 27–28 Januari, namun memproyeksikan setidaknya dua kali pemangkasan suku bunga masing-masing 25 basis poin sepanjang tahun ini. Sementara itu, harga perak spot melonjak lebih tajam, naik 5% ke level US$ 94,41 per ons troi setelah sempat mencetak rekor tertinggi di US$ 94,61 per ons troi. Sepanjang tahun berjalan, harga perak telah menguat lebih dari 32%.
Baca Juga: Inflasi Kanada di Desember Mencapai 2,4%, Lebih Tinggi dari Perkiraan Analis Citi Research menyatakan masih bersikap taktis bullish terhadap logam mulia. Citi memasang target harga emas di level US$ 5.000 per ons troi dan perak US$ 100 per ons troi dalam tiga bulan ke depan, dengan alasan ketegangan geopolitik global diperkirakan tetap tinggi dalam waktu dekat. Di pasar logam mulia lainnya, harga platinum spot naik 1,5% ke US$ 2.362,65 per ons troi, sementara palladium menguat 1,1% ke level US$ 1.819,99 per ons troi.