Harga Emas dan Perak Cetak Rekor Tertinggi Usai Ancaman Tarif Trump ke Eropa



KONTAN.CO.ID - JAKARTA. Harga emas dan perak dunia menembus rekor tertinggi pada perdagangan Senin (19/1/2026), didorong meningkatnya permintaan aset lindung nilai (safe haven) setelah Presiden Amerika Serikat (AS) Donald Trump melontarkan ancaman pengenaan tarif tambahan terhadap sejumlah negara Eropa.

Harga emas spot naik 1,6% ke level US$ 4.669,09 per ons pada pukul 09.49 GMT, setelah sebelumnya menyentuh rekor tertinggi sepanjang masa di US$ 4.689,39 per ons.

Kontrak berjangka emas AS untuk pengiriman Februari turut menguat 1,7% ke US$ 4.674,10 per ons.


Kenaikan harga emas dipicu pernyataan Trump pada Sabtu lalu yang mengancam akan memberlakukan serangkaian tarif baru terhadap beberapa sekutu Eropa, kecuali Amerika Serikat diizinkan membeli Greenland.

Pernyataan tersebut memperuncing ketegangan dengan Denmark terkait wilayah Arktik yang strategis itu.

Baca Juga: Harga Emas Spot Cetak Rekor Tertinggi US$3.689 Selasa (16/9) Pagi, Apa Penyebabnya?

Analis pasar senior XS.com, Linh Tran, mengatakan ketika risiko kebijakan dan institusional kembali muncul, pasar cenderung bereaksi cepat dengan mengalihkan aset ke instrumen yang lebih aman. Dalam kondisi tersebut, emas kembali menjadi pilihan utama investor.

Ancaman tarif tersebut juga menekan pasar saham global dan nilai tukar dolar AS. Investor beralih ke aset safe haven seperti emas, yen Jepang, dan franc Swiss seiring meningkatnya kekhawatiran akan perang dagang.

Sepanjang 2025, harga emas telah melonjak lebih dari 64% dan naik lebih dari 8% sejak awal tahun ini. Emas dikenal cenderung menguat di tengah ketidakpastian geopolitik dan ekonomi, serta dalam lingkungan suku bunga rendah.

Dari sisi kebijakan moneter, Wakil Ketua Federal Reserve bidang Pengawasan, Michelle Bowman, menyatakan pada Jumat lalu bahwa kondisi pasar tenaga kerja AS masih rapuh dan berpotensi melemah dengan cepat.

Karena itu, bank sentral AS perlu siap memangkas suku bunga kembali jika diperlukan.

Pasar memperkirakan The Fed akan mempertahankan suku bunga pada pertemuan 27–28 Januari mendatang, namun tetap memproyeksikan setidaknya dua kali pemangkasan suku bunga masing-masing 25 basis poin sepanjang tahun ini.

Baca Juga: Harga Emas Antam Cetak Rekor Baru Lagi, Intip Strategi Investasinya

Sementara itu, harga perak spot melonjak 3,5% ke US$ 93,17 per ons, setelah sebelumnya mencetak rekor tertinggi di US$ 94,08 per ons. Harga perak telah naik lebih dari 30% sejak awal tahun.

Analis JP Morgan menyatakan pihaknya masih lebih merekomendasikan emas dibandingkan perak.

Menurut mereka, koreksi tajam pada perak berpotensi menular ke pasar logam mulia dalam jangka pendek, namun justru dapat menjadi peluang beli bagi emas yang dinilai memiliki tren penguatan struktural yang lebih solid.

Adapun logam mulia lainnya juga mencatat kenaikan. Harga platinum spot naik 1,2% ke US$ 2.355,70 per ons, sementara palladium menguat 0,4% ke US$ 1.806,70 per ons. 

Selanjutnya: Lawatan ke Inggris, Prabowo Akan Teken Kerja Sama Pembangunan Kapal Nelayan

Menarik Dibaca: 7 Rekomendasi Makanan Kaya Zat Besi yang Bagus untuk Kesehatan

Cek Berita dan Artikel yang lain di Google News