KONTAN.CO.ID - JAKARTA. Harga emas dan perak melonjak signifikan pada perdagangan Selasa, menandai pemulihan tajam setelah dua hari penurunan terdalam dalam beberapa dekade terakhir. Kenaikan ini membuat emas berpotensi mencatat kenaikan harian terbesar sejak November 2008, seiring investor kembali memburu logam mulia setelah aksi jual besar-besaran sebelumnya. Harga emas spot naik 5,3% menjadi US$ 4.913,59 per ons pada pukul 12.34 GMT. Logam mulia ini bangkit dari posisi terendah US$ 4.403,24 yang tercatat pada Senin. Meski demikian, level US$ 5.594,82 per ons yang dicapai pekan lalu masih menjadi rekor tertinggi sepanjang masa untuk sementara waktu.
Sementara itu, harga perak melonjak lebih tajam, naik 9% menjadi US$ 86,60 per ons. Kenaikan ini terjadi setelah perak mengalami penurunan harian terdalam dalam sejarah, yakni anjlok 27% pada Jumat, disusul pelemahan lanjutan 6% pada Senin.
Baca Juga: Emas dan Perak Rebound Selasa (3/2), Naik Lebih dari 2% dari Level Terendah Sebulan Analis Quantitative Commodity Research, Peter Fertig, menilai pasar sebelumnya berada dalam kondisi jenuh jual (oversold) setelah pengumuman Presiden Amerika Serikat Donald Trump yang mencalonkan Kevin Warsh sebagai Ketua Federal Reserve berikutnya. “Pasar sempat oversold setelah pengumuman tersebut. Apa yang kita lihat hari ini adalah rebound teknikal,” ujar Fertig. Ia menambahkan, investor yang sebelumnya melakukan aksi ambil untung kini kembali melihat harga logam mulia sebagai peluang beli yang menarik. Meski pelaku pasar memperkirakan Warsh akan cenderung mendukung pemangkasan suku bunga, mereka juga menilai Warsh kemungkinan akan memperketat neraca keuangan The Fed. Kebijakan ini biasanya mendukung penguatan dolar AS, yang dapat menjadi faktor penekan bagi harga emas. Tekanan tambahan juga datang dari CME Group yang menaikkan persyaratan margin untuk kontrak berjangka logam mulia, sehingga sempat membebani pergerakan harga. Prospek Bullish Emas Masih Terjaga Terlepas dari volatilitas jangka pendek, sejumlah analis tetap optimistis tren bullish emas akan berlanjut dan mencetak rekor baru pada paruh kedua tahun ini. Kepala strategi komoditas Saxo Bank, Ole Hansen, menyebut emas telah berhasil menembus level teknikal penting di US$ 4.858, yang merupakan batas retracement pertama. Fokus pasar kini mengarah ke level US$ 5.000, yang merupakan retracement 50% dari kejatuhan terbaru. “Untuk perak, level teknikal yang setara berada di US$ 90,58 dan US$ 96,52,” jelas Hansen. Dari sisi fundamental, ketidakpastian juga meningkat setelah Biro Statistik Tenaga Kerja AS (Bureau of Labor Statistics) mengumumkan bahwa laporan ketenagakerjaan Januari yang biasanya menjadi perhatian utama pasar tidak akan dirilis Jumat ini akibat penutupan sebagian operasional pemerintah federal (government shutdown).
Baca Juga: Harga Emas Bangkit Lebih dari 3% ke US$4.837 Selasa (3/2) Usai Tertekan Tajam Kondisi ini menambah faktor ketidakpastian ekonomi yang biasanya mendorong permintaan terhadap aset safe haven seperti emas. Pergerakan Logam Mulia Lainnya Kenaikan harga juga terjadi pada logam mulia lainnya. Harga platinum spot naik 5,4% menjadi US$ 2.235 per ons, setelah sebelumnya mencetak rekor tertinggi US$ 2.918,80 pada 26 Januari. Sementara itu, palladium menguat 4,8% ke level US$ 1.801,50 per ons.
Di pasar berjangka, kontrak emas AS untuk pengiriman April melonjak 6,1% menjadi US$ 4.936,20 per ons. Lonjakan harga ini menunjukkan minat investor terhadap logam mulia masih sangat kuat, terutama di tengah dinamika kebijakan moneter AS, volatilitas pasar, dan meningkatnya ketidakpastian global.