Harga Emas Diprediksi Terus Menguat, Terdampak Pontensi Konflik NATO



KONTAN.CO.ID - JAKARTA. Harga emas sempat terkoreksi pada pembukaan perdagangan hari ini, Rabu (5/3). Hal ini lantaran meningkatknya spekulasi penurunan suku bunga acuan Bank Sentral AS The Fed jelang pernyataan Jerome Powell pada pekan ini.

Meski begitu, koreksi harga emas tak berlangsung lama. Mengutip Bloomberg, Rabu (6/3) pukul 14.58 WIB, harga emas spot ada di level US$ 2.128,70 per ons troi, naik 0,03% dari sehari sebelumnya yang ada di US$ 2.128,04 per ons troi. Harga emas pada Selasa (5/3) sempat mencapai rekor tertingginya di level US$ 2.141,59 per ons.

Analis Deu Calion Futures (DCFX), Andrew Fischer memprediksi harga emas ke depannya akan stabil dengan tren naik. Menurut dia, faktor utama yang mempengaruhi pasar emas saat ini adalah konflik di Eropa - Rusia.


Andrew mengatakan, konflik tersebut telah mencapai tingkat yang sangat tinggi, dengan NATO atau organisasi militer internasional yang saat ini tengah melakukan latihan perang secara intensif sebagai persiapan menghadapi Rusia. 

Baca Juga: Harga Emas Mendekati Rekor Tertinggi, Simak Sederet Pilihan Cara Investasinya

“Hal ini potensial membuat para investor menjadi takut dan ragu terhadap mata uang dolar AS. Sehingga mereka lebih memilih untuk berinvestasi dalam emas sebagai aset safe haven,” ujar Andrew dalam risetnya, Rabu (6/3). 

Andrew menilai, meskipun ada sedikit koreksi pada harga emas, namun tren kenaikannya masih dominan. Menurut dia, hingga saat ini belum ada tanda yang cukup signifikan untuk pembalikan tren, dan harga emas kemungkinan akan terus menunjukkan kekuatan. 

“Namun, investor tetap perlu waspada memperhatikan pergerakan pasar dengan cermat, terutama mengingat situasi geopolitik yang tidak pasti seperti saat ini,” kata dia. 

Andrew menyebutkan, dalam rangkuman harga emas hari ini, futures emas tercatat lebih tinggi selama sesi AS pada Selasa (5/3). Pada Divisi Comex New York Mercantile Exchange, futures emas untuk penyerahan April diperdagangkan pada US$ 2,00 per ons troi, naik 0,52%. 

Baca Juga: Masih Loncat! Harga Emas Antam Hari Ini Naik, Pembeli Sebulan Cuma Rugi 4,51%

Sementara dari sisi teknis, dia mengatakan bahwa harga emas kemungkinan akan berada pada level support US$ 2.033,40 per ons troi. Sementara resistance di level US$ 2.150,20 per ons. 

“Ini menunjukkan bahwa pasar masih melihat emas sebagai aset yang menarik, dan level-level ini menjadi titik fokus dalam mengidentifikasi potensi pergerakan harga ke depan,” imbuhnya. 

Dalam konteks mata uang, Indeks Dolar AS Berjangka mengalami penurunan sebesar 0,04%, diperdagangkan pada US$ 103,73. Hal ini mencerminkan kecenderungan investor untuk mencari alternatif investasi di luar mata uang dolar AS, dengan emas sebagai pilihan utama.

Secara keseluruhan, Andrew menunjukkan bahwa harga emas hari ini terus mendapat dukungan kuat. Meskipun ada potensi koreksi, faktor geopolitik dan ketidakpastian global, membuat emas tetap menjadi pilihan utama bagi investor yang mencari perlindungan dan stabilitas dalam kondisi pasar yang berfluktuasi.

Cek Berita dan Artikel yang lain di Google News

Editor: Herlina Kartika Dewi