KONTAN.CO.ID - JAKARTA. Harga emas spot diproyeksikan masih bisa menyentuh level US$ 4.800 per ons troi pad akhir 2026. Melansir Trading Economics, Jumat (25/9/2026) pada 13.30 WIB, harga emas saat ini ada di level US$ 4.274 per ons troi. Harganya turun 6,88% dalam sebulan dan turun 0,97% sejak awal tahun alias
year to date (YTD). Sejalan, harga emas Antam pada Jumat (25/9/2026) ada di level Rp 2.590.000 per gram, turun Rp 15.000 dari sehari sebelumnya. Sedangkan harga
buyback di level Rp 2.415.000 per gram, turun Rp 20.000.
Chief Analyst Doo Financial Futures Lukman Leong mengatakan, penurunan harga emas saat ini masih lebih banyak dipengaruhi oleh penguatan dolar Amerika Serikat (AS) dan ekspektasi suku bunga The Fed yang terus meningkat. Saat ini kemungkinan The Fed menaikkan suku bunga 25 basis poin (bps) pada pertemuan Oktober sudah mencapai 70%.
Baca Juga: Hari Ini (25/9) Batas Akhir Harga Minimum Saham Rp 50, Cek Daftar Saham Gocap Namun harga emas sudah terkoreksi cukup dalam dari level tertingginya, sehingga ruang penurunannya mulai lebih terbatas. “Ke depan harga emas masih cenderung volatil, tetapi prospek jangka menengahnya tetap cukup positif selama permintaan
safe haven, pembelian bank sentral dan ketidakpastian geopolitik masih tinggi,” ujarnya kepada Kontan, Jumat (25/9/2026). Untuk akhir 2026, harga emas spot berpotensi berada di kisaran $4.800 per ons troi, sedangkan emas Antam sekitar 2,8 juta per gram. Penggerak utamanya tetap arah suku bunga dan yield AS, dolar AS, data inflasi dan tenaga kerja AS, harga minyak, pembelian bank sentral, serta kondisi geopolitik. Jika tekanan inflasi AS kembali meningkat dan The Fed menjadi lebih
hawkish, emas bisa kembali tertekan. “Sebaliknya, jika ekspektasi kenaikan suku bunga mereda dan dolar serta yield AS mulai turun, emas berpeluang kembali menguat,” paparnya.
Dengan koreksi yang sudah cukup signifikan, investor jangka panjang sudah bisa mulai mencicil kembali. Namun, sebaiknya tidak langsung masuk penuh, dan membeli secara bertahap.
Baca Juga: Rupiah Melemah ke Rp 17.942 Per Dolar AS di Siang Ini (25/9), Terlemah di Asia “Dengan kondisi suku bunga dan dolar yang masih kuat, volatilitas emas masih cukup tinggi, sehingga masih ada kemungkinan harga turun lagi sebelum kembali naik,” paparnya. Cek Berita dan Artikel yang lain di
Google News