Harga emas ditutup menguat ke US$ 1.798, terdorong perlambatan pertumbuhan ekonomi AS



KONTAN.CO.ID - TOKYO. Harga emas ditutup menguat tipis karena permintaan terhadap aset safe haven terangkat oleh dolar Amerika Serikat (AS) yang lebih lemah dan data yang menunjukkan ekonomi AS tumbuh pada laju paling lambat dalam lebih dari setahun.

Kamis (28/10), harga emas spot menguat 0,1% dan ditutup di level US$ 1.798,91 per ons troi. Serupa, harga emas berjangka untuk kontrak pengiriman Desember 2021 juga ditutup menguat 0,2% ke US$ 1.802,6 per ons troi.

"Pertumbuhan ekonomi melambat di AS dan itu akan mendukung pasar emas dalam perspektif bahwa Federal Reserve akan cenderung mengurangi pembelian aset lebih cepat atau prospek suku bunga yang lebih tinggi akan dibatasi," kata David Meger, Director of Metals Trading di High Ridge Futures.


Data pemerintah menunjukkan, produk domestik bruto (PDB) AS tumbuh 2,0% secara year on year (yoy) pada kuartal ketiga, karena kebangkitan kasus Covid-19 yang semakin memperluas rantai pasokan global dan menyebabkan kekurangan barang seperti kendaraan yang menghambat pengeluaran konsumen.

Dolar AS pun turun 0,6% terhadap sekeranjang mata uang, dan berada di level terendah satu bulan. Ini membuat emas lebih murah bagi pembeli yang menggunakan mata uang lainnya.

Baca Juga: Harga emas kembali ke tren naik di sisa tahun, ini 3 sentimen pemicunya

"Emas dianggap sebagai salah aset satu lindung nilai klasik terhadap tekanan inflasi. Ini merupakan faktor pendukung yang mendasari pasar emas batangan bergerak menguat dan kami melihat harga emas dan perak bergerak lebih tinggi dalam beberapa minggu ke depan," jelas Meger.

Pada perdagangan sesi tersebut, harga perak spot pun naik 0,1% menjadi US$ 24,07 per ons troi.

Sentimen lain datang dari keputusan The European Central Bank (ECB) yang membiarkan kebijakannya tidak berubah. Ini sesuai dengan harapan pasar secara luas.

Pasar sekarang fokus pada pertemuan Federal Reserve yang digelar pada 2-3 November. Hal tersebut akan lebih penting untuk pergerakan emas setelah komentar baru-baru ini dari Gubernur Jerome Powell tentang pengurangan pembelian aset.

"Tapering seharusnya sudah baik dan benar-benar diabaikan, meskipun pasti ada reaksi spontan yang berumur pendek terhadap pernyataan The Fed pada Rabu depan," kata analis StoneX Rhona O'Connell.

Pada perdagangan ini, harga platinum naik 1% menjadi US$ 1.020,97 per ons troi dan paladium melonjak 1,5% ke US$ 1.992,81 per ons troi.

Selanjutnya: Wall Street perkasa lagi, S&P dan Nasdaq capai rekor penutupan tertinggi

Cek Berita dan Artikel yang lain di Google News

Editor: Anna Suci Perwitasari