KONTAN.CO.ID - Harga emas dunia bergerak stabil pada perdagangan Rabu (29/4/2026), seiring sikap wait and see investor yang menantikan pernyataan Ketua The Fed Jerome Powell terkait dampak konflik Iran terhadap perekonomian global. Melansir
Reuters, harga emas spot tercatat naik tipis 0,1% menjadi US$4.598,45 per ons pada pukul 00.55 GMT, setelah pada sesi sebelumnya sempat menyentuh level terendah sejak 2 April. Sementara itu, kontrak emas berjangka AS untuk pengiriman Juni juga menguat 0,1% ke level US$4.612,10 per ons.
Baca Juga: Vale Bukukan Laba Kuartal I 2026 Naik 36%, Tapi Masih di Bawah Ekspektasi Pelaku pasar saat ini fokus pada hasil rapat kebijakan Federal Reserve yang diperkirakan akan mempertahankan suku bunga acuan. Namun, perhatian utama tertuju pada pandangan bank sentral terhadap dampak perang Iran yang hingga kini belum menunjukkan tanda-tanda mereda. Upaya penyelesaian konflik dilaporkan masih menemui jalan buntu, setelah Presiden Amerika Serikat Donald Trump menyatakan ketidakpuasannya terhadap proposal terbaru dari Teheran. Trump bahkan menyebut Iran berada dalam kondisi “state of collapse”, yang semakin menambah ketidakpastian geopolitik.
Baca Juga: Dolar AS Stabil Rabu (29/4) Rabu, Tunggu Keputusan The Fed dan Konflik Iran Selain The Fed, investor juga mencermati keputusan kebijakan dari sejumlah bank sentral global lainnya pekan ini, termasuk European Central Bank, Bank of England, dan Bank of Canada. Dari sisi permintaan, data menunjukkan impor emas China dari Hong Kong mencapai 47,866 ton pada Maret, meningkat dari 46,249 ton pada Februari. China merupakan konsumen emas terbesar di dunia, sehingga pergerakan permintaannya menjadi salah satu faktor penting bagi harga global. Sementara itu, Bank Dunia memperkirakan harga energi global dapat melonjak hingga 24% pada 2026 jika gangguan pasokan akibat konflik Timur Tengah berakhir pada Mei. Kenaikan ini berpotensi memicu tekanan inflasi yang lebih luas.
Baca Juga: Perang Iran Jadi Beban Politik, Trump Dikabarkan Cari Jalan Keluar Harga minyak juga ditutup menguat hampir 3% pada Selasa, didorong kekhawatiran pasokan akibat terganggunya aktivitas pelayaran di Selat Hormuz, meskipun sempat dibayangi kabar keluarnya Uni Emirat Arab dari kelompok OPEC dan OPEC+. Di pasar logam lainnya, harga perak naik tipis 0,1% menjadi US$73,12 per ons, platinum menguat 0,1% ke US$1.942,60, sementara palladium turun 0,1% ke US$1.459,14. Secara keseluruhan, pergerakan harga emas masih tertahan di tengah kombinasi ketidakpastian geopolitik dan sikap hati-hati investor menunggu arah kebijakan moneter global.