KONTAN.CO.ID - JAKARTA. Harga emas dunia dan emas batangan PT Aneka Tambang (Antam) berpeluang menguat pada perdagangan pekan depan. Ketidakpastian geopolitik global, mulai dari ketegangan Amerika Serikat (AS)-Iran hingga konflik Rusia-Ukraina, diperkirakan menopang permintaan emas sebagai aset lindung nilai (
safe haven). Berdasarkan data
Trading Economics pada Jumat (9/10/2026), harga emas dunia ditutup di level US$ 4.194 per troi ons, menguat 1,30% dalam sepekan. Meski mencatat kenaikan mingguan, harga emas masih terkoreksi 2,86% dalam sebulan terakhir.
Baca Juga: Prospek Emiten Alat Berat Berpeluang Membaik di 2027, Cek Saham Rekomendasi Analis Sementara itu, harga emas Antam ukuran satu gram pada Sabtu (10/10/2026) dibanderol Rp 2.592.000 per gram, berdasarkan situs Logam Mulia. Harga tersebut naik Rp 20.000 dibandingkan perdagangan Jumat (9/10/2026) yang sebesar Rp 2.572.000 per gram. Pengamat mata uang dan komoditas Ibrahim Assuaibi menilai, ketidakpastian hubungan AS dan Iran, terutama terkait persoalan nuklir, berpotensi menjaga ketegangan geopolitik tetap tinggi. Konflik Rusia-Ukraina yang belum mereda juga menjadi faktor yang dapat memengaruhi pergerakan harga emas. “Ini akan membuat ketegangan geopolitik kembali memanas dan dolar pun juga akan menguat, harga emas pun juga akan cenderung mengalami penguatan,” ujar Ibrahim dalam keterangannya, Sabtu (10/10/2026).
Baca Juga: IHSG Menguat 0,94% dalam Sepekan, Cermati Saham yang Banyak Diborong Asing Selain faktor geopolitik, permintaan emas juga berpotensi ditopang oleh pembelian bank sentral global. Ibrahim menyebut, pembelian emas oleh bank sentral global mencapai 170 ton hingga Agustus 2026. China, menurut dia, membeli 39 ton emas pada Agustus 2026. Ia mengatakan, pembelian tersebut merupakan bagian dari strategi diversifikasi cadangan aset untuk menghadapi ketidakpastian pasar global. “Tujuannya adalah untuk strategi pengelolaan portofolio secara jangka panjang di tengah ketidakpastian kondisi pasar yang tak menentu dan mengganti portofolionya dari dolar menjadi logam mulia,” kata Ibrahim. Meski demikian, pergerakan harga emas masih akan dipengaruhi dinamika dolar AS dan arah kebijakan suku bunga Federal Reserve (The Fed).
Baca Juga: Dipimpin GOTO dan Big Caps Perbankan, Cek Saham Net Sell Terbesar Asing Sepekan Penguatan dolar AS berpotensi membatasi kenaikan harga emas dunia karena komoditas tersebut diperdagangkan dalam denominasi dolar AS. Secara teknikal, Ibrahim memproyeksikan harga emas dunia bergerak dalam rentang US$ 4.021-US$ 4.340 per troi ons pada pekan depan. Adapun harga emas Antam diperkirakan berada di kisaran Rp 2.430.000-Rp 2.740.000 per gram. Cek Berita dan Artikel yang lain di
Google News