Harga Emas Dunia Dekati Level Terendah Tiga Bulan Senin (26/10) Jelang Rapat The Fed



KONTAN.CO.ID - Harga emas dunia bertahan di dekat level terendah dalam tiga bulan pada perdagangan Senin (26/10/2026).

Investor mencermati pertemuan kebijakan Federal Reserve (The Fed) pekan ini untuk mencari petunjuk mengenai arah suku bunga Amerika Serikat (AS).

Mengutip Reuters, harga emas spot turun 0,2% menjadi US$ 3.987,45 per ons troi pada pukul 00.37 GMT. Pada sesi sebelumnya, harga logam mulia tersebut sempat menyentuh level terendah sejak pertengahan Juli.


Baca Juga: Bursa Australia Melemah Senin (26/10), Saham Bank Besar Berguguran

Pelemahan ini melanjutkan tekanan yang terjadi pada pekan lalu. Harga emas mencatatkan penurunan mingguan sebesar 4% hingga Jumat (23/10/2026), menjadi koreksi mingguan terdalam sejak Juni.

Sementara itu, kontrak berjangka emas AS untuk pengiriman Desember turun 0,2% menjadi US$ 4.000,80 per ons troi.

Tekanan terhadap harga emas muncul di tengah ekspektasi bahwa suku bunga AS akan bertahan tinggi lebih lama.

Kenaikan harga energi meningkatkan kekhawatiran terhadap inflasi, sehingga memperkuat potensi The Fed mempertahankan kebijakan moneter ketat.

Emas yang tidak memberikan imbal hasil bunga menjadi relatif kurang menarik ketika suku bunga tinggi. Kondisi tersebut meningkatkan biaya peluang atau opportunity cost bagi investor yang memilih menyimpan emas dibandingkan aset berbunga.

Baca Juga: Lula Menang Pilpres Brasil, Hadapi Kongres Konservatif dan Utang di Atas 82% PDB

Di pasar energi, harga minyak terkoreksi pada Senin setelah melonjak mendekati level tertinggi dalam enam bulan pada akhir pekan lalu.

Meski demikian, serangan yang masih berlangsung terhadap Arab Saudi membuat kekhawatiran mengenai pasokan energi tetap menjadi perhatian pasar.

Dari sisi geopolitik, Arab Saudi menyatakan bandara utamanya telah kembali mengoperasikan dua terminal pada Minggu.

Namun, kelompok Houthi yang bersekutu dengan Iran di Yaman menyatakan akan terus menyerang fasilitas tersebut, yang mereka sebut sebagai target militer.

Upaya meredakan ketegangan kawasan juga berlanjut. Para mediator Qatar berada di Teheran pada Minggu untuk mendorong deeskalasi konflik regional, berkoordinasi dengan Amerika Serikat, menurut seorang pejabat yang mengetahui situasi tersebut kepada Reuters.

Di AS, sentimen konsumen turun mendekati level terendah sepanjang sejarah pada Oktober. Kenaikan harga yang dipicu konflik di Timur Tengah memperburuk pandangan rumah tangga terhadap perekonomian menjelang pemilihan paruh waktu Kongres AS, yang turut menyoroti isu keterjangkauan biaya hidup.

Baca Juga: Trump Sebut Sengketa Tarif AS-Kanada Segera Selesai, Belum Ada Rincian

Aktivitas bisnis AS juga melambat secara moderat pada Oktober. Namun, permintaan yang masih kuat memungkinkan perusahaan menaikkan harga barang dan jasa, mengindikasikan tekanan inflasi berpotensi kembali meningkat dan bertahan tinggi dalam beberapa bulan mendatang.

Investor kini menanti hasil pertemuan The Fed pekan ini serta data Personal Consumption Expenditures (PCE), indikator inflasi yang menjadi salah satu acuan utama bank sentral AS dalam mencapai target inflasi 2%.

Pelaku pasar memperkirakan peluang kenaikan suku bunga pada pertemuan pekan ini sekitar 9%. Sementara itu, probabilitas kenaikan suku bunga pada Desember diperkirakan mencapai 80%.

Di pasar logam lainnya, harga perak spot naik 0,2% menjadi US$ 54 per ons troi. Sebaliknya, platinum turun 0,1% menjadi US$ 1.549,42 per ons troi, sedangkan paladium menguat 0,4% menjadi US$ 1.047,90 per ons troi.

Baca Juga: Trump Kaitkan Kandidat Senator Muslim dengan Serangan 9/11, Pilpres AS Memanas