KONTAN.CO.ID. Harga emas dunia turun ke level terendah dalam lebih dari satu bulan pada perdagangan Senin (18/5/2026), tertekan lonjakan harga minyak akibat meningkatnya ketegangan di Timur Tengah yang memicu kekhawatiran inflasi dan memperkuat ekspektasi suku bunga tinggi bertahan lebih lama. Melansir
Reuters, harga emas spot turun 1,1% menjadi US$ 4.488,99 per ons troi pada pukul 00.52 GMT, setelah sempat menyentuh level terendah sejak 30 Maret.
Baca Juga: Supertanker Agios Fanourios I Kembali Berlayar ke Vietnam Setelah Ditahan AL AS Sementara itu, kontrak emas berjangka AS untuk pengiriman Juni melemah 1,5% menjadi US$ 4.493,30 per ons troi. Tekanan terhadap harga emas muncul setelah serangan drone memicu kebakaran di sebuah pembangkit listrik tenaga nuklir di Uni Emirat Arab (UEA), yang mendorong kenaikan harga minyak dunia sekaligus meningkatkan ekspektasi kenaikan suku bunga. Di saat bersamaan, Arab Saudi melaporkan berhasil mencegat tiga drone, sementara Presiden AS Donald Trump memperingatkan Iran agar bertindak “cepat” setelah upaya mengakhiri perang AS-Israel mengalami kebuntuan. Dalam kondisi inflasi tinggi, bank sentral cenderung menaikkan suku bunga. Situasi ini biasanya mengurangi daya tarik emas karena logam mulia tidak memberikan imbal hasil. Harga minyak dunia sendiri melanjutkan penguatan dan mencapai level tertinggi dalam dua pekan.
Baca Juga: Harga Minyak Dunia Sentuh Level Tertinggi Dua Pekan Usai Serangan Drone di UEA Pasar kini semakin memperkirakan adanya kenaikan suku bunga oleh Federal Reserve sebelum akhir tahun. Berdasarkan CME FedWatch Tool, peluang kenaikan suku bunga pada Desember mencapai 50%. Investor juga menantikan risalah rapat Federal Reserve bulan April yang akan dirilis pekan ini untuk mencari petunjuk arah kebijakan moneter bank sentral AS. Di sisi lain, India memutuskan membatasi impor perak dalam hampir seluruh bentuk mulai berlaku segera. Kebijakan tersebut diambil untuk menekan impor dan mengurangi tekanan terhadap nilai tukar rupee.
Diskon harga emas di India melonjak ke rekor tertinggi pekan lalu, sementara permintaan investasi di China tetap menjaga premi harga emas di negara tersebut.
Baca Juga: Reli Dolar Berlanjut Senin (18/5), Harga Minyak dan Yield Obligasi Jadi Pendorong Data terbaru juga menunjukkan spekulan emas meningkatkan posisi beli bersih (net long) sebanyak 4.963 kontrak menjadi 100.627 kontrak pada pekan yang berakhir 12 Mei. Untuk logam mulia lainnya, harga perak spot turun 2,2% menjadi US$ 74,30 per ons, platinum melemah 0,6% menjadi US$ 1.961,30 per ons, dan paladium turun 1,2% ke US$ 1.396,25 per ons.