Harga Emas Dunia Melemah Tipis Rabu (15/4), Pasar Cermati Perkembangan AS-Iran



KONTAN.CO.ID - Harga emas dunia bergerak melemah pada perdagangan Rabu (15/4/2026), setelah sempat menyentuh level tertinggi dalam satu bulan.

Pelaku pasar kini mencermati perkembangan hubungan Amerika Serikat dan Iran serta implikasinya terhadap arah kebijakan suku bunga.

Melansir Reuters, harga emas spot turun 0,9% ke US$4.798,89 per ons troi, setelah sebelumnya menyentuh level tertinggi sejak 18 Maret. Sementara itu, kontrak berjangka emas AS ditutup turun 0,5% ke US$4.823,60 per ons troi.


Baca Juga: Harga Minyak Dunia Stabil Rabu (15/4), Brent di US$94,93 dan WTI di US$91,2

Analis senior Kitco Metals menyebut pelemahan ini dipicu aksi ambil untung (profit taking) setelah reli harga dalam beberapa sesi sebelumnya.

Menariknya, dalam beberapa waktu terakhir, pergerakan emas cenderung berlawanan dengan peran tradisionalnya sebagai aset safe haven.

Harga emas justru menguat saat selera risiko meningkat dan melemah ketika pasar diliputi aversi risiko.

Dipengaruhi Sentimen Geopolitik dan Suku Bunga

Pernyataan Presiden Donald Trump yang menyebut konflik dengan Iran berpotensi segera berakhir turut memengaruhi sentimen pasar.

Di saat yang sama, upaya diplomasi juga terus berlangsung untuk mencegah konflik kembali memanas.

Baca Juga: Erdogan Dorong Perpanjangan Gencatan Senjata AS-Iran

Di sisi lain, harga minyak masih relatif tinggi akibat gangguan distribusi di Selat Hormuz, yang berpotensi menekan inflasi global.

Kondisi ini membuat bank sentral AS berpeluang menahan suku bunga lebih lama. Pejabat Federal Reserve bahkan menyebut pemangkasan suku bunga bisa tertunda hingga 2027 jika tekanan inflasi dari harga energi bertahan.

Saat ini, pasar memperkirakan peluang penurunan suku bunga AS tahun ini hanya sekitar 32%.

Tekanan Suku Bunga pada Emas

Suku bunga yang tinggi cenderung menjadi sentimen negatif bagi emas karena meningkatkan opportunity cost memegang aset yang tidak memberikan imbal hasil seperti logam mulia.

Hal ini membuat daya tarik emas sebagai lindung nilai inflasi menjadi sebagian teredam, meskipun ketidakpastian geopolitik masih tinggi.

Baca Juga: Presiden Putin Panik, PDB Rusia Terjun Bebas, Sektor Manufaktur Memburuk

Pergerakan Logam Lain

Di pasar logam lainnya, harga perak turun 0,2% ke US$79,40 per ons troi. Sebaliknya, platinum naik 0,8% ke US$2.119,52 per ons troi dan palladium melemah 1,1% ke US$1.570,10 per ons troi.

Secara keseluruhan, pergerakan emas saat ini mencerminkan tarik-menarik antara sentimen geopolitik dan ekspektasi kebijakan moneter, yang membuat harga cenderung bergerak terbatas dalam jangka pendek.