KONTAN.CO.ID - Harga emas dunia menguat tipis pada awal perdagangan Asia, Senin (19/10/2026), seiring investor mencermati peluang kenaikan suku bunga Federal Reserve (The Fed) pada akhir tahun ini. Pelaku pasar juga menantikan sinyal terbaru mengenai arah kebijakan moneter bank sentral Amerika Serikat (AS). Melansir
Reuters, harga emas spot naik 0,2% menjadi US$ 4.174,54 per ons troi pada pukul 00.31 GMT. Sementara itu, kontrak berjangka emas AS untuk pengiriman Desember 2026 menguat 0,4% menjadi US$ 4.195,70 per ons troi.
Baca Juga: Dolar AS Menguat Senin (19/10), Euro Tertekan Kerusuhan di Prancis Pergerakan harga emas berlangsung di tengah meningkatnya perhatian terhadap tekanan inflasi dan prospek suku bunga AS. Kenaikan suku bunga berpotensi membatasi daya tarik emas karena logam mulia tersebut tidak memberikan imbal hasil bunga. Ketua The Fed Kevin Warsh pada Jumat (16/10/2026) menyampaikan optimisme terhadap kekuatan ekonomi AS. Ia juga mengaku terkejut melihat ketahanan ekonomi global di tengah guncangan energi dan kebijakan moneter ketat yang diterapkan untuk menekan inflasi. Di sisi lain, harga impor AS meningkat lebih tinggi dari perkiraan pada September. Kenaikan tersebut didorong oleh meningkatnya biaya produk energi dan berbagai barang lainnya, menambah bukti tekanan inflasi di tengah berlanjutnya konflik di Timur Tengah. Berdasarkan perangkat FedWatch CME Group, pelaku pasar memperkirakan peluang kenaikan suku bunga The Fed sebesar 16% pada Oktober dan 92% pada Desember. Meski emas kerap dipandang sebagai lindung nilai terhadap inflasi, kenaikan suku bunga dapat meningkatkan biaya peluang memegang emas dibandingkan aset yang memberikan imbal hasil. Karena itu, arah kebijakan The Fed menjadi salah satu faktor utama yang dicermati investor dalam menentukan pergerakan harga emas selanjutnya.
Baca Juga: Bursa Asia Melemah Senin (19/10), Investor Cermati Belanja AI dan Kinerja Emiten Prospek suku bunga Eropa dan risiko geopolitik Selain kebijakan moneter AS, prospek suku bunga Eropa turut menjadi perhatian pasar. Dana Moneter Internasional (IMF) pada Jumat memperkirakan Bank Sentral Eropa (ECB) kemungkinan menaikkan suku bunga sebesar 25 basis poin setidaknya sekali lagi tahun ini untuk meredam tekanan inflasi. Risiko geopolitik juga masih membayangi pasar. Kepresidenan Mesir pada Minggu menyatakan kesiapan negara tersebut untuk memberikan dukungan yang diperlukan kepada Arab Saudi demi menjaga keamanan dan stabilitasnya. Pernyataan itu muncul setelah serangan kelompok Houthi yang didukung Iran terhadap Arab Saudi meningkatkan risiko meluasnya konflik di Timur Tengah.
Baca Juga: IPhone Duo Ludes Saat Pre-order, Harga di Pasar Resale Di Negara Ini Rp 69,9 Juta Di pasar logam mulia lainnya, harga perak spot naik 0,5% menjadi US$ 57,27 per ons troi. Platinum menguat 0,4% menjadi US$ 1.637,24 per ons troi, sedangkan paladium naik sekitar 1% menjadi US$ 1.122,32 per ons troi. Ke depan, pergerakan harga emas akan dipengaruhi perkembangan inflasi AS, ekspektasi suku bunga The Fed, dan eskalasi geopolitik. Investor akan mencermati apakah tekanan inflasi mendorong bank sentral mempertahankan kebijakan ketat lebih lama atau meningkatkan peluang kenaikan suku bunga pada akhir tahun.