Harga Emas Dunia Menuju Pelemahan Mingguan pada Jumat (15/5)



KONTAN.CO.ID - Harga emas turun ke level terendah lebih dari satu pekan pada perdagangan Jumat (15/5/2026) dan berada di jalur pelemahan mingguan, seiring meningkatnya kekhawatiran inflasi akibat kenaikan harga energi serta ekspektasi suku bunga tinggi yang bertahan lebih lama.

Di saat yang sama, pelaku pasar juga menanti hasil pertemuan antara Presiden Amerika Serikat Donald Trump dan Presiden China Xi Jinping yang berlangsung dalam rangkaian kunjungan kenegaraan dua hari.

Baca Juga: Dolar Melonjak ke Level Tertinggi 2 Bulan Jumat (15/5) Pagi, Ini Pemicunya


Emas Tertekan Penguatan Dolar dan Minyak

Melansir Reuters, harga emas spot turun 0,6% menjadi US$4.619,49 per ons troi pada pukul 00.45 GMT. Sepanjang pekan ini, logam mulia tersebut telah melemah sekitar 1,9%.

Kontrak emas berjangka AS untuk pengiriman Juni juga turun 1,3% ke level US$4.625,70 per ons troi.

Penguatan dolar AS menjadi salah satu faktor utama tekanan emas, karena membuat harga emas menjadi lebih mahal bagi pemegang mata uang lain.

Indeks dolar tercatat menguat lebih dari 1% sepanjang pekan.

Di sisi lain, harga minyak mentah Brent naik sekitar 5% dalam sepekan dan bertahan di atas US$106 per barel, dipicu kekhawatiran gangguan pasokan akibat konflik Iran yang masih berlangsung dan terganggunya jalur pelayaran di Selat Hormuz.

Baca Juga: OpenAI vs Elon Musk Memanas, Pengacara Sebut Altman Lakukan Amnesia Selektif

Fokus Pasar ke Pertemuan Trump–Xi

Investor juga mencermati pertemuan tingkat tinggi antara Trump dan Xi Jinping yang digelar di tengah ketegangan geopolitik dan isu perdagangan global.

Dalam pertemuan tersebut, Xi disebut kembali memperingatkan bahwa penanganan isu Taiwan secara tidak tepat dapat membawa hubungan AS–China ke situasi yang sangat berbahaya.

Namun, pasar masih menunggu rincian lebih lanjut dari hasil pembicaraan kedua pemimpin tersebut.

Baca Juga: Akui Sentilan Xi Jinping, Trump: Amerika Kini Kembali Jadi Negara Terkuat di Dunia

Ekspektasi Suku Bunga Menahan Kenaikan Emas

Tekanan terhadap emas juga diperkuat oleh ekspektasi bahwa suku bunga AS akan tetap tinggi lebih lama, di tengah inflasi yang masih didorong oleh kenaikan harga energi.

Data ekonomi terbaru menunjukkan klaim pengangguran di AS meningkat secara moderat, menandakan pasar tenaga kerja masih stabil.

Sementara itu, penjualan ritel AS kembali tumbuh solid pada April, meski sebagian didorong oleh kenaikan harga akibat inflasi.

Di sisi kebijakan, Presiden Federal Reserve Bank of New York John Williams menyatakan belum ada kebutuhan untuk mengubah kebijakan suku bunga saat ini, meski ketidakpastian global meningkat akibat konflik Timur Tengah.

Baca Juga: LVMH Lepas Marc Jacobs, WHP Global dan G-III Ambil Alih Kepemilikan

Logam Lain Ikut Melemah

Selain emas, logam mulia lainnya juga mengalami tekanan. Harga perak turun 1,7% menjadi US$82,08 per ons troi, platinum melemah 0,6% ke US$2.043,25, dan palladium turun tipis 0,1% ke US$1.435,36 per ons troi.