KONTAN.CO.ID - Harga emas dunia menguat pada perdagangan Jumat (6/11/2026) pagi dan berada di jalur kenaikan mingguan. Investor mencermati laporan tenaga kerja Amerika Serikat (AS) atau
non-farm payrolls yang akan dirilis pada hari ini untuk memperoleh petunjuk terbaru mengenai arah kebijakan suku bunga Federal Reserve (The Fed). Mengutip
Reuters, harga emas spot naik 0,4% menjadi US$ 4.103,55 per ons troi pada pukul 00.23 GMT. Dengan pergerakan tersebut, harga emas telah menguat sekitar 5,9% sepanjang pekan ini.
Sementara itu, kontrak berjangka emas AS untuk pengiriman Desember relatif stabil di level US$ 4.112,80 per ons troi. Laporan non-farm payrolls AS dijadwalkan dirilis pada pukul 13.30 GMT atau 20.30 WIB. Data tersebut menjadi perhatian pasar karena dapat memengaruhi ekspektasi investor terhadap kebijakan moneter The Fed, terutama terkait kemungkinan kenaikan suku bunga pada Desember mendatang. Sebelumnya, klaim awal tunjangan pengangguran AS turun ke level terendah dalam 57 tahun pada pekan lalu. Data tersebut mengindikasikan pasar tenaga kerja AS masih cukup tangguh, meskipun ketidakpastian akibat konflik berkepanjangan di Timur Tengah membatasi perekrutan tenaga kerja. Di sisi lain, dua pejabat The Fed pada Kamis (5/11/2026) menyampaikan dukungan terhadap kenaikan suku bunga secara bertahap dan terukur untuk mengendalikan inflasi yang masih berada di atas target. Berdasarkan perangkat CME FedWatch, pelaku pasar saat ini memperkirakan peluang The Fed menaikkan suku bunga pada Desember mencapai 71%. Ekspektasi kenaikan suku bunga menjadi salah satu faktor yang dapat membatasi penguatan emas. Pasalnya, suku bunga yang lebih tinggi meningkatkan biaya peluang memegang emas yang tidak memberikan imbal hasil bunga, sehingga berpotensi mengurangi daya tarik logam mulia tersebut bagi investor. Perkembangan kebijakan moneter di negara lain juga menjadi perhatian pasar. Bank of England (BoE) pada Kamis menaikkan suku bunga untuk pertama kalinya dalam lebih dari tiga tahun. BoE juga memperingatkan bahwa setidaknya satu kenaikan tambahan kemungkinan diperlukan apabila konflik AS-Iran berlanjut. Sementara itu, Presiden Bank Sentral Eropa (ECB) Christine Lagarde mengatakan, ECB tengah mencermati sejumlah indikator untuk menilai apakah kenaikan suku bunga diperlukan pada bulan depan. Sebelumnya, ECB mempertahankan suku bunga pada Oktober. Di tengah perubahan ekspektasi kebijakan moneter tersebut, Goldman Sachs memangkas proyeksi harga emas pada akhir 2026 menjadi US$ 4.150 per ons troi dari sebelumnya US$ 4.650 per ons troi.
Bank investasi tersebut menyebut sikap kebijakan The Fed yang lebih hawkish dalam beberapa bulan terakhir sebagai salah satu pertimbangan penurunan proyeksi. Dari sisi permintaan bank sentral, Bank Nasional Polandia telah mencapai target cadangan emas sebesar 700 ton metrik. Gubernur bank sentral Polandia Adam Glapinski mengatakan, pihaknya masih membuka peluang untuk menambah cadangan emas. Adapun harga logam mulia lainnya juga bergerak menguat. Harga perak spot naik 0,5% menjadi US$ 52,01 per ons troi, sedangkan platinum relatif stabil di US$ 1.517,20 dan paladium bertahan di US$ 1.031,01 per ons troi. Ketiga logam tersebut juga berada di jalur kenaikan mingguan.