Harga Emas Dunia Naik Tipis, Investor Antisipasi Indikator Inflasi AS



MOMSMONEY.ID - Harga emas dunia relatif stabil di dekat rekor tertingginya. Logam mulia hanya sedikit naik menjelang rilis data, yang menjadi indikator inflasi di negeri Uncle sam pada pekan ini.

Mengutip Bloomberg, Senin (25/3) pukul 12.26 WIB, harga emas spot diperdagangkan di level US$ 2.168,19 per troi ons, naik tipis 0,13%dibandingkan penutupan Jumat lalu, US$ 2.165,44 per troi ons. 

Penguatan dollar AS membatasi laju harga emas akhir-akhir ini. Nilai mata uang AS yang meningkat bikin emas menjadi lebih mahal bagi pembeli non dollar. Kendati begitu, emas masih bergerak mendekati rekor tertinggi sepanjang masa alias all time high. Rabu lalu, harganya sempat menyentuh rekor US$ 2.220,89, sebelum ditutup lebih rendah di US$ 2.186,39 per troi ons.


Pelaku pasar emas kini menanti data pengeluaran konsumsi pribadi inti bulan Februari di AS, yang akan dirilis pada Jumat nanti. Angkanya diperkirakan masih cukup tinggi. Data ini diharapkan dapat memberikan kejelasan lebih lanjut mengenai kapan Federal Reserves akan mulai memotong suku bunga.

Tim Riset Indonesia Commodity and Derivative Exchange dalam Gold Daily Newsletter, Senin (25/3), menjelaskan bahwa Ketua The Fed Jerome Powell telah mengisyaratkan bahwa bank sentral akan melakukan tiga kali penurunan suku bunga pada tahun ini, meskipun pemangkasan suku bunga akan sesuai hanya jika mereka mendapatkan keyakinan yang lebih besar bahwa inflasi akan turun secara berkelanjutan ke target 2%.

Baca Juga: Harga Emas Dunia Naik pada Minggu ini, Emas Antam Lebih Mahal Rp 10.000

Di sisi lain, dalam berita yang beredar pada hari Minggu, Rusia meluncurkan rudal dan drone yang menargetkan ibu kota Kyiv, termasuk fasilitas energi di tiga wilayah Ukraina. Meningkatnya ketegangan geopolitik di Ukraina mendorong kenaikan harga emas.

ICDX menaksir harga emas meningkat dengan resistance terdekat berada di area US$ 2.170, dan support beralih ke area US$ 2.154 per troi ons.

Adapun support terjauhnya berada di area US$ 2.130 hingga US$ 2.080, sementara resistance terjauh di area US$ 2.188 hingga US$ 2.200 per troi ons.

Di dalam negeri, harga emas Antam hari ini (25/3) stagnan. Mengutip logammulia.com, emas Antam pecahan 1 gram dibanderol seharga Rp 1,203 juta. 

Dus, harga beli kembali alias buyback emas Antam juga bergeming di level Rp 1,095 juta per gram. Ini adalan acuan harga saat Moms melego emas Antam pada hari ini.

Harga emas di domestik berpeluang menguat apabila harga emas dunia berhasil ditutup menguat pada hari ini.

Cek Berita dan Artikel yang lain di Google News

Editor: Dupla Kartini