Harga Emas Dunia Tembus US$ 4.146 per Ons Troi, Tertinggi dalam Dua Pekan



KONTAN.CO.ID - Harga emas dunia melanjutkan penguatan pada perdagangan Kamis (5/11/2026) dan mencapai level tertinggi dalam lebih dari dua pekan.

Kenaikan harga logam mulia ini ditopang pelemahan dolar Amerika Serikat (AS) dan imbal hasil US Treasury, serta meredanya kekhawatiran inflasi setelah harga minyak anjlok.

Mengutip Reuters, harga emas spot naik 1,7% menjadi US$ 4.130,27 per ons troi pada pukul 09.18 GMT. Bahkan, harga emas sempat menyentuh US$ 4.146,63 per ons troi, level tertinggi sejak 20 Oktober 2026.


Baca Juga: Harga Minyak Brent Rebound ke US$ 95,40, Pasar Masih Cermati Risiko Perang Iran

Pada perdagangan Rabu (4/11/2026), harga emas telah melonjak hampir 3,4%. Kenaikan tersebut menjadi penguatan harian terbesar sejak 19 Agustus 2026.

Secara mingguan, harga emas telah meningkat lebih dari US$ 250 per ons troi dari level terendah dalam setahun sebesar US$ 3.869,85 per ons troi yang tercatat pada Jumat (30/10/2026).

Sementara itu, kontrak berjangka emas AS untuk pengiriman Desember 2026 naik 1,6% menjadi US$ 4.139,60 per ons troi.

Kepala Strategi Komoditas Saxo Bank Ole Hansen mengatakan, logam mulia menjadi salah satu aset yang paling diuntungkan setelah hasil pemilihan sela Kongres AS.

Menurut Hansen, kombinasi penurunan harga energi, meredanya kekhawatiran inflasi dan suku bunga, serta pelemahan imbal hasil obligasi pemerintah AS dan dolar mendorong investor menutup posisi jual spekulatif pada emas.

Baca Juga: Bank Sentral Malaysia (BNM) Pertahankan Suku Bunga Acuan di Level 2,75%

Harga minyak Brent berada di bawah US$ 100 per barel setelah anjlok hampir 9% pada Rabu. Penurunan tersebut dipicu ekspektasi bahwa kemenangan besar Partai Demokrat dalam pemilihan Kongres AS dapat mengurangi risiko eskalasi perang Iran.

Di saat bersamaan, dolar AS dan imbal hasil US Treasury bergerak di sekitar level terendah dalam beberapa pekan.

Penurunan harga energi berpotensi meredakan tekanan inflasi dan mengurangi ekspektasi suku bunga bertahan tinggi dalam waktu lebih lama. Kondisi tersebut mendukung harga emas karena logam mulia tidak memberikan imbal hasil bunga.

Pelemahan dolar AS juga membuat emas yang diperdagangkan dalam denominasi dolar menjadi relatif lebih murah bagi investor yang menggunakan mata uang lain. Hal ini turut menopang permintaan emas di pasar global.

Selanjutnya, investor akan mencermati laporan ketenagakerjaan nonpertanian atau non-farm payrolls (NFP) AS yang dijadwalkan terbit pada Jumat (6/11/2026).

Baca Juga: Australia Akan Bergabung dalam Operasi Pemadaman Kebakaran Hutan di Indonesia

Data tersebut akan menjadi salah satu petunjuk bagi pasar untuk memperkirakan arah kebijakan suku bunga bank sentral AS atau Federal Reserve.

Sementara itu, Bank of England diperkirakan menaikkan suku bunga pada Kamis, yang akan menjadi kenaikan pertama dalam tiga tahun terakhir.

Di pasar logam mulia lainnya, harga perak spot naik 1,1% menjadi US$ 52,80 per ons troi. Harga platinum menguat 1,4% ke US$ 1.518,30 per ons troi, sedangkan paladium naik 1,8% menjadi US$ 1.022,89 per ons troi.