KONTAN.CO.ID - Harga emas dunia bergerak stabil pada perdagangan Selasa (23/6/2026), di tengah perhatian investor terhadap perkembangan pembicaraan damai antara Amerika Serikat (AS) dan Iran. Di sisi lain, meningkatnya ekspektasi kenaikan suku bunga Federal Reserve (The Fed) pada akhir tahun membatasi ruang penguatan logam mulia tersebut.
Baca Juga: Bursa Asia Tertekan Selasa (23/6), Investor Cermati Risiko Kenaikan Suku Bunga AS Mengutip
Reuters, harga emas spot tercatat relatif tidak berubah di level US$ 4.191,09 per ons troi pada pukul 00.53 GMT. Sementara itu, kontrak berjangka emas AS untuk pengiriman Agustus naik 0,2% menjadi US$ 4.208,40 per ons troi. Sentimen pasar saat ini dipengaruhi oleh perkembangan hubungan AS dan Iran. Pemerintah AS memberikan keringanan sanksi terhadap Iran selama 60 hari mulai Senin (22/6), setelah berlangsungnya pertemuan awal dalam kerangka kesepakatan damai yang masih dalam tahap awal. Selain itu, sejumlah pejabat melaporkan berlanjutnya penurunan intensitas konflik di Lebanon sebagai bagian dari upaya yang lebih luas untuk mengakhiri ketegangan di kawasan Timur Tengah. Wakil Presiden AS JD Vance mengatakan bahwa pembicaraan dengan pejabat Iran di Swiss telah menciptakan fondasi yang baik menuju kesepakatan damai final. Namun demikian, Iran membantah bahwa pembahasan mengenai program nuklirnya telah dimulai.
Baca Juga: Prediksi Inggris vs Ghana: The Three Lions Diunggulkan Raih 3 Poin Pasar Perhitungkan Kenaikan Suku Bunga Dari sisi kebijakan moneter, Ketua The Fed Kevin Warsh dijadwalkan menyampaikan kesaksian pertamanya mengenai kebijakan moneter di hadapan Kongres AS pada 14 Juli mendatang. Sementara itu, Presiden Federal Reserve Bank of Chicago, Austan Goolsbee, mengatakan fokus utama bank sentral saat ini adalah menilai apakah inflasi yang masih tinggi akan bertahan atau mulai mereda seiring memudarnya dampak tarif impor yang tinggi dan apabila konflik di Timur Tengah berhasil diselesaikan. Pelaku pasar kini semakin yakin bahwa The Fed akan kembali menaikkan suku bunga pada Desember 2026. Berdasarkan CME FedWatch Tool, probabilitas kenaikan suku bunga pada Desember mencapai 89%, meningkat signifikan dibandingkan 61% sebelum pertemuan The Fed pekan lalu. Kenaikan suku bunga biasanya menjadi sentimen negatif bagi emas karena meningkatkan daya tarik aset berbunga seperti obligasi dan deposito, sekaligus memperkuat dolar AS. Meski demikian, minat spekulatif terhadap emas masih menunjukkan peningkatan. Data terbaru menunjukkan para spekulan menaikkan posisi beli bersih (net long position) sebanyak 9.258 kontrak menjadi 112.918 kontrak pada pekan yang berakhir 16 Juni.
Baca Juga: Industri Manufaktur Jepang Kian Bergairah, Lonjakan Pesanan Baru Dorong PMI Juni 2026 Logam Mulia Lain Bergerak Variatif Di pasar logam mulia lainnya, harga perak spot turun 0,4% menjadi US$ 64,92 per ons troi. Harga platinum juga melemah 0,4% ke level US$ 1.672,90 per ons troi. Sebaliknya, paladium naik tipis 0,1% menjadi US$ 1.266,35 per ons troi. Investor selanjutnya akan mencermati sejumlah data aktivitas bisnis (PMI) dari Jerman, kawasan euro, Inggris, dan Amerika Serikat yang dirilis hari ini untuk memperoleh petunjuk lebih lanjut mengenai kondisi ekonomi global dan arah kebijakan suku bunga ke depan.