Harga Emas Dunia Tertekan Dolar AS ke US$ 4.790 pada Senin (20/4/2026)



KONTAN.CO.ID - Harga emas dunia melemah pada perdagangan Senin (20/4/2026), tertekan oleh penguatan dolar Amerika Serikat (AS) serta meningkatnya kekhawatiran inflasi menyusul kembali ditutupnya Selat Hormuz yang mendorong lonjakan harga minyak.

Melansir Reuters, harga emas spot tercatat turun 0,8% menjadi US$ 4.790,59 per ons troi pada pukul 11.03 GMT, setelah sempat menyentuh level terendah sejak 13 April pada awal sesi.

Sementara itu, kontrak berjangka emas AS untuk pengiriman Juni terkoreksi 1,4% ke level US$ 4.811 per ons troi.


Baca Juga: Pakistan Tunda Kesepakatan Senjata US$1,5 Miliar dengan Sudan Usai Desakan Arab Saudi

Analis pasar menyebut lonjakan harga minyak akibat eskalasi konflik di Timur Tengah memperkuat tekanan inflasi, yang pada akhirnya mengurangi daya tarik emas sebagai aset lindung nilai (safe haven).

“Lonjakan harga minyak pasca perkembangan situasi di Selat Hormuz memastikan risiko inflasi tetap tinggi, sehingga emas kalah bersaing dengan dolar sebagai aset aman utama dalam konflik ini,” ujar Han Tan, Chief Market Analyst di Bybit.

Ketegangan meningkat setelah Amerika Serikat menyita kapal kargo Iran yang mencoba menembus blokade, sementara Iran menyatakan akan melakukan pembalasan. Situasi ini memicu kekhawatiran akan kembali pecahnya konflik terbuka.

Harga minyak melonjak sekitar 5% di tengah kekhawatiran gencatan senjata antara AS dan Iran akan runtuh, serta lalu lintas kapal di Selat Hormuz yang masih sangat terbatas.

Baca Juga: Harga Minyak Meroket 5%, Pasar Saham Global Koreksi: Konflik Timur Tengah Panas Lagi

Penguatan dolar AS juga menjadi faktor utama tekanan terhadap emas, karena membuat harga logam mulia tersebut menjadi lebih mahal bagi investor yang menggunakan mata uang lain.

Selain itu, kenaikan imbal hasil obligasi pemerintah AS tenor 10 tahun turut meningkatkan opportunity cost dari memegang emas yang tidak memberikan imbal hasil.

Meski secara tradisional emas dipandang sebagai lindung nilai terhadap inflasi dan ketidakpastian geopolitik, lonjakan biaya energi akibat konflik justru memicu ekspektasi pengetatan kebijakan moneter oleh bank sentral AS, yang berdampak negatif bagi harga emas.

Namun demikian, sejumlah analis menilai permintaan struktural terhadap emas masih cukup kuat untuk menopang harga dalam jangka menengah.

Baca Juga: Gencatan Senjata AS-Iran Terancam Buyar, Kapal Iran Disita dan Negosiasi Mandek

“Pembelian oleh bank sentral, tren dedolarisasi, serta pelemahan nilai mata uang masih menjadi faktor pendukung yang menjaga prospek emas,” ujar Nikos Tzabouras, analis senior di Tradu.com.

Di pasar logam lainnya, harga perak turun 2,1% menjadi US$ 79,07 per ons troi, platinum melemah 1,7% ke US$ 2.066,90, dan paladium turun 1,6% menjadi US$ 1.533,64 per ons troi.

TAG: