Harga Emas Dunia Turun dan Bersiap Catat Pelemahan Mingguan pada Jumat (5/6)



KONTAN.CO.ID - Harga emas melemah pada perdagangan Jumat (5/6/2026) dan bersiap mencatat penurunan mingguan, seiring meningkatnya kekhawatiran pasar terhadap inflasi Amerika Serikat (AS) dan potensi kenaikan suku bunga oleh bank sentral AS, Federal Reserve (The Fed).

Melansir Reuters, pukul 00.49 GMT, harga emas spot turun 0,3% menjadi US$ 4.462,22 per ons troi. Secara mingguan, harga logam mulia tersebut telah terkoreksi sekitar 1,6%.

Baca Juga: Harga Minyak Dunia Relatif Stabil Jumat (5/6), Brent ke US$ 95,24 & WTI ke US$ 92,94


Sementara itu, kontrak emas berjangka AS untuk pengiriman Agustus turun 0,4% menjadi US$ 4.489 per ons troi.

Sentimen pasar dipengaruhi oleh perkembangan geopolitik di Timur Tengah setelah kelompok Hezbollah yang didukung Iran menolak proposal gencatan senjata baru di Lebanon.

Di saat yang sama, Israel menyatakan tidak akan menarik pasukannya dari wilayah tersebut.

Perkembangan itu dinilai menghambat upaya Presiden AS Donald Trump untuk menghentikan konflik di Lebanon sebagai bagian dari langkah yang lebih luas guna mencapai kesepakatan damai dengan Iran.

Baca Juga: Investor China Mulai Lirik Afrika, Dominasi Nikel Indonesia Terancam Kebijakan Baru

Dari sisi kebijakan moneter, Presiden Federal Reserve Kansas City Jeffrey Schmid mengatakan bahwa pilihan The Fed saat ini adalah mempertahankan suku bunga pada level saat ini atau kembali menaikkan suku bunga guna menekan inflasi yang masih berada di atas target selama beberapa tahun terakhir.

Sementara itu, Presiden Federal Reserve San Francisco Mary Daly menegaskan bahwa arah kebijakan suku bunga akan sangat bergantung pada perkembangan ekonomi ke depan.

Menurutnya, kebijakan moneter saat ini berada dalam posisi yang baik dan The Fed siap merespons perubahan kondisi ekonomi ke segala arah.

Meskipun emas dikenal sebagai instrumen lindung nilai terhadap inflasi, kenaikan suku bunga cenderung menjadi sentimen negatif bagi logam mulia karena emas tidak memberikan imbal hasil atau bunga.

Baca Juga: Tingkatkan Pasokan Listrik, Jepang Berencana Bangun Kembali Pembangkit Nuklir Tua

Fokus investor kini tertuju pada rilis data ketenagakerjaan non-pertanian AS (nonfarm payrolls) untuk bulan Mei yang dijadwalkan terbit pada Jumat.

Data tersebut diperkirakan akan menjadi petunjuk penting mengenai arah kebijakan suku bunga The Fed dalam beberapa bulan mendatang.

Di sisi permintaan fisik, dana investasi berbasis emas fisik atau exchange-traded funds (ETF) di India mencatat arus keluar bersih bulanan pertama dalam satu tahun pada Mei.

Investor dilaporkan melakukan aksi ambil untung setelah lonjakan harga emas yang dipicu oleh kenaikan bea impor.

Konsultan industri logam mulia, Metals Focus, dalam laporan tahunannya menyebutkan bahwa investasi fisik diperkirakan akan menjadi komponen terbesar permintaan emas global untuk pertama kalinya tahun ini, menggantikan perhiasan. Permintaan perhiasan diproyeksikan mengalami penurunan dua digit akibat tingginya harga emas.

Baca Juga: F1 Perpanjang Kontrak GP Las Vegas: Keuntungan Besar Menanti Hingga 2037!

Di pasar logam mulia lainnya, harga perak spot turun 0,6% menjadi US$ 73,45 per ons troi. Harga platinum melemah 1,3% menjadi US$ 1.876,58 per ons troi, dan paladium terkoreksi 1,5% menjadi US$ 1.301,25 per ons troi.

Ketiga logam tersebut juga berada di jalur penurunan mingguan, seiring meningkatnya kehati-hatian investor menghadapi ketidakpastian geopolitik dan prospek suku bunga AS.