KONTAN.CO.ID - Harga emas melemah pada perdagangan Kamis (9/7/2026) setelah sempat menyentuh level terendah dalam sepekan pada sesi sebelumnya. Memanasnya kembali konflik di Timur Tengah memicu kekhawatiran terhadap inflasi dan prospek suku bunga yang lebih tinggi di Amerika Serikat (AS), sehingga mengurangi daya tarik logam mulia.
Baca Juga: Dolar Bertahan Menguat Kamis (9/7), Konflik Timur Tengah Picu Permintaan Safe Haven Mengutip
Reuters, harga emas spot turun 0,3% menjadi US$ 4.066,24 per ons troi pada pukul 01.05 GMT. Sebelumnya, pada Rabu (8/7), harga emas sempat menyentuh level terendah sejak 1 Juli. Sementara itu, kontrak berjangka emas AS untuk pengiriman Agustus turun 0,1% menjadi US$ 4.077 per ons troi. Sentimen pasar dipengaruhi oleh pernyataan Presiden AS Donald Trump yang menyebut kesepakatan sementara untuk mengakhiri perang dengan Iran telah "berakhir". Beberapa jam kemudian, militer AS melancarkan serangan baru ke Iran dengan alasan menjaga Selat Hormuz tetap terbuka bagi pelayaran internasional.
Baca Juga: Wakil Afrika Terakhir di Piala Dunia 2026, Simak Perjalanan Maroko hingga 8 Besar Perkembangan tersebut mendorong harga minyak dunia melanjutkan kenaikan setelah sehari sebelumnya melonjak hampir 5%. Di saat yang sama, dolar AS bertahan kuat, sementara pasar saham bergerak melemah. Meningkatnya ketegangan di Timur Tengah kembali memunculkan kekhawatiran bahwa lonjakan harga energi dapat memicu inflasi dan meningkatkan volatilitas pasar keuangan global. Kekhawatiran tersebut diperkuat oleh risalah rapat Federal Reserve (The Fed) bulan lalu yang menunjukkan meningkatnya perhatian para pejabat bank sentral terhadap risiko inflasi. Sejumlah pembuat kebijakan menilai tekanan harga semakin meluas dan berpotensi memerlukan kenaikan suku bunga. Meski emas dikenal sebagai aset lindung nilai terhadap inflasi, kenaikan suku bunga cenderung mengurangi daya tarik logam mulia karena emas tidak memberikan imbal hasil.
Baca Juga: Harga Minyak Dunia Naik 1% Kamis (9/7) Pagi, AS Lancarkan Serangan Baru ke Iran Di sisi lain, Dana Moneter Internasional (IMF) kembali memangkas proyeksi pertumbuhan ekonomi global 2026 menjadi 3%. Sementara itu, Bank of America memangkas proyeksi rata-rata harga emas tahun 2026 sebesar 14% menjadi US$ 4.360 per ons troi dengan mempertimbangkan prospek kebijakan moneter The Fed yang lebih agresif (hawkish). Untuk logam mulia lainnya, harga perak spot turun 0,3% menjadi US$ 58,13 per ons troi. Sebaliknya, harga platinum naik 0,4% menjadi US$ 1.585,11 per ons troi, sedangkan palladium menguat 0,4% menjadi US$ 1.218 per ons troi.