KONTAN.CO.ID - Harga emas bergerak stabil pada perdagangan awal Kamis (1/10/2026), setelah investor memilih menahan posisi sambil menunggu data tenaga kerja Amerika Serikat (AS) yang akan menjadi petunjuk mengenai arah kebijakan suku bunga Federal Reserve. Mengutip
Reuters, harga emas spot sedikit berubah menjadi US$4.146,66 per ons troi pada pukul 00.27 GMT. Sementara itu, kontrak berjangka emas AS untuk pengiriman Desember turun 0,3% menjadi US$4.177 per ons troi.
Baca Juga: Sektor Manufaktur Australia Mengalami Kontraksi Tercepat dalam 21 Bulan di September Pelaku pasar kini menantikan laporan
nonfarm payrolls (NFP) AS untuk September yang dijadwalkan dirilis pada Jumat (2/10). Data ketenagakerjaan tersebut menjadi perhatian karena dapat memengaruhi ekspektasi pasar terhadap keputusan suku bunga The Fed. Pasar sebelumnya memperkirakan bank sentral AS masih memiliki ruang untuk mempertahankan atau menyesuaikan kebijakan moneter sesuai perkembangan inflasi dan pasar tenaga kerja. Sebelumnya, data yang dirilis Rabu (30/9) menunjukkan inflasi AS pada Agustus meningkat lebih rendah dari perkiraan. Tekanan harga pada bulan sebelumnya juga direvisi lebih rendah. Harga emas sempat menguat setelah data inflasi tersebut dirilis, tetapi kemudian berbalik dan ditutup melemah pada akhir perdagangan. Data inflasi yang lebih rendah dari perkiraan turut mengurangi ekspektasi kenaikan suku bunga The Fed pada Oktober. Namun, pelaku pasar masih melihat peluang kenaikan suku bunga pada Desember sekitar 87%. Suku bunga menjadi salah satu faktor penting bagi pergerakan emas. Ketika suku bunga meningkat, aset emas yang tidak memberikan imbal hasil bunga cenderung menjadi kurang menarik dibandingkan aset berbunga.
Baca Juga: Ketiban Rezeki dari Semikonduktor dan Otomotif, Manufaktur Korea Selatan Menguat Perkembangan Global Jadi Perhatian Selain kebijakan moneter AS, investor juga mencermati perkembangan geopolitik. Iran pada Rabu menyatakan telah menerima respons dari AS terkait proposal terbaru untuk menghidupkan kembali kesepakatan gencatan senjata di kawasan Teluk yang sebelumnya gagal. Perkembangan tersebut terjadi beberapa hari setelah Presiden AS Donald Trump menyatakan telah menolak proposal Iran.
Pergerakan harga emas juga mendapat perhatian dari perkembangan industri pertambangan global. Di Mesir, sektor pertambangan menarik rencana investasi senilai ratusan juta dolar pada pekan ini, seiring perusahaan meningkatkan eksplorasi emas dan mineral lainnya.
Baca Juga: PMI Manufaktur Jepang September Melambat, Tapi Cetak Kinerja Kuartalan Terbaik Sementara itu, harga logam mulia lainnya bergerak melemah. Harga perak spot turun 0,4% menjadi US$60,17 per ons troi. Platinum turun 0,1% menjadi US$1.704,95 per ons troi, sedangkan palladium melemah 0,4% menjadi US$1.200,85 per ons troi.