KONTAN.CO.ID - Harga emas hari ini, Selasa (9/6) masih bergerak stabil meski ketegangan geopolitik di Timur Tengah mulai mereda. Bagi investor emas, perhatian pasar kini tidak hanya tertuju pada perkembangan konflik global, tetapi juga pada arah kebijakan suku bunga Amerika Serikat. Berdasarkan laporan Reuters yang terbit pada Selasa, 9 Juni 2026, harga emas spot tercatat naik tipis 0,1% ke level US$4.333,91 per troy ounce.
Harga Emas Masih Bergantung Ketidakpastian Global
Bagi investor emas, perkembangan di Timur Tengah masih menjadi salah satu faktor penting yang memengaruhi sentimen pasar. Iran dan Israel dilaporkan telah menghentikan serangan setelah adanya upaya mediasi dari AS. Namun, pasar belum sepenuhnya yakin bahwa situasi akan benar-benar stabil dalam jangka panjang. Kekhawatiran terhadap kemungkinan munculnya kembali konflik membuat sebagian investor tetap mempertahankan emas sebagai instrumen lindung nilai. Meski begitu, meredanya risiko geopolitik juga mengurangi sebagian daya tarik emas sebagai aset aman. Akibatnya, harga emas belum mampu melanjutkan penguatan secara signifikan. Baca Juga: Sebelum Beli Bitcoin, Investor Perlu Tahu Ancaman dari Booming Saham AIInflasi dan Suku Bunga Jadi Penentu
Di luar faktor geopolitik, perhatian utama pasar saat ini tertuju pada data inflasi AS. Investor menunggu data Indeks Harga Konsumen (Consumer Price Index/CPI) yang dipandang dapat memberikan petunjuk mengenai langkah The Fed selanjutnya. Jika inflasi tetap tinggi, peluang suku bunga bertahan lebih lama atau bahkan kembali naik akan semakin besar Kondisi tersebut biasanya menjadi tantangan bagi harga emas karena:- Imbal hasil obligasi menjadi lebih menarik.
- Dolar AS cenderung menguat.
- Biaya peluang memegang emas meningkat karena emas tidak memberikan bunga.