Harga Emas Jatuh ke Level Terendah 11 Minggu, Investor Pantau Kebijakan The Fed



KONTAN.CO.ID - NEW YORK. Harga emas jatuh ke level terendah dalam 11 minggu pada perdagangan Rabu, di tengah kenaikan harga minyak yang dipicu kembali memanasnya konflik antara Amerika Serikat (AS) dan Iran, yang meningkatkan kekhawatiran inflasi serta peluang kenaikan suku bunga lebih lanjut.

Harga emas spot turun 1,7% menjadi US$ 4.191,84 per ons pada pukul 14.47 WIB, setelah sebelumnya menyentuh level terendah sejak 23 Maret. Sementara itu, kontrak emas berjangka AS untuk pengiriman Agustus melemah 1,6% ke US$ 4.215,60 per ons.

“Kita melihat adanya penyesuaian besar dalam ekspektasi kebijakan bank sentral global, dengan pergeseran yang cukup hawkish,” ujar Ilya Spivak, Kepala Global Macro di Tastylive.


Baca Juga: India Bebaskan Pajak Obligasi Asing, Investor Luar Negeri Langsung Serbu Pasar

Ketegangan geopolitik meningkat setelah AS melancarkan serangan ke Iran pada Selasa, menyusul klaim Presiden Donald Trump bahwa Teheran menembak jatuh helikopter Apache milik AS di Selat Hormuz. Iran melalui Garda Revolusi menyatakan telah melakukan serangan balasan terhadap pangkalan AS di Yordania serta 21 target lain di kawasan Teluk.

Kenaikan harga minyak akibat konflik tersebut turut memperkuat ekspektasi bahwa suku bunga akan tetap tinggi lebih lama. Kondisi ini memberikan tekanan pada emas, yang secara tradisional dianggap sebagai aset lindung nilai terhadap inflasi, namun tidak memberikan imbal hasil (non-yielding asset).

Saat ini, pasar memperkirakan peluang lebih dari 70% bahwa Federal Reserve akan menaikkan suku bunga hingga Desember, berdasarkan CME FedWatch Tool.

Investor juga menantikan rilis data inflasi penting Amerika Serikat pekan ini, termasuk Indeks Harga Konsumen (CPI) Mei dan Indeks Harga Produsen (PPI), untuk membaca arah kebijakan moneter The Fed.

Spivak memperingatkan bahwa jika harga emas menembus level US$4.100, maka tren teknikal dapat berubah signifikan. “Kita mungkin mulai melihat level US$3.500 sebagai target berikutnya hingga akhir tahun,” katanya.

Di pasar logam lainnya, harga perak turun 1,3% menjadi US$ 64,54 per ons, platinum melemah 3% ke US$ 1.675,25, dan palladium turun 0,7% ke US$ 1.213,47 per ons.

Baca Juga: Minat Investor Membludak, IPO SpaceX Oversubscribed 4 Kali