Harga Emas Kembali Menguat, Kapan Waktunya Untuk Masuk?



KONTAN.CO.ID - JAKARTA. Seiring ekspektasi penurunan suku bunga acuan The Fed, harga emas dunia sempat kembali menyentuh ke US$ 2.100/ons troi. Meski begitu, investor disarankan wait and see terlebih sebelum masuk.

Direktur PT Laba Forexindo Berjangka, Ibrahim Assuaibi, mengatakan, investor memburu emas usai pernyataan the Fed yang disinyalir tidak akan meningkatkan kembali suku bunga. Bahkan, diperkirakan suku bunga akan diturunkan 25bps jika inflasi dan tenaga kerja sesuai ekspektasi pasar.

Selain itu, permasalahan geopolitik juga turut mendorong harga emas karena Rusia diperkirakan akan menyerang Ukraina pada musim dingin. Kemudian, Israel yang mulai melakukan penyerangan setelah gencatan senjata beberapa waktu lalu.


Baca Juga: Harga Emas Capai US$ 2.100 Per Ons Troi, Posisi Tertinggi Sepanjang Masa

Meski harga menguat, Ibrahim menyarankan investor wait and see terlebih dahulu apabila ingin masuk ke emas. Sebab, ia melihat harga saat ini sudah terlampau tinggi.

"Harga sudah terlalu tinggi, takutnya pada saat masuk kemudian harga terkoreksi. Harus diingat, rumor mengenai penurunan suku bunga bersifat sementara," ujarnya kepada Kontan.co.id, Senin (4/12).

Apalagi, sambungnya, pekan depan bank sentral negara bagian juga akan memberikan komentar. Menjadi berbahaya apabila komentar yang diberikan berbeda dengan komentar dari bank sentral AS.

Baca Juga: Emas Dunia Sentuh Level Harga Tertinggi Sepanjang Masa di Akhir Tahun 2023

Karenanya, Ibrahim memproyeksikan harga emas dunia akan berada di level US$ 2.030 di akhir tahun 2023, menyusul harga emas yang mulai stabil dengan terjadi koreksi.

Sebagai informasi, per pukul 19.38 WIB, harga emas berada di US$ 2.068/ons troi. Adapun untuk awal tahun depan, harga emas diperkirakan di US$ 2.050/ons troi.

Sementara untuk emas Antam, Ibrahim memperkirakan berada di Rp 1.140.000/gram di akhir tahun ini. Sementara di kuartal I 2024 diperkirakan di level Rp 1.150.000/gram.

Cek Berita dan Artikel yang lain di Google News

Editor: Noverius Laoli