Harga Emas Kembali Tertekan, Simak Prediksi Level Antam Selanjutnya



KONTAN.CO.ID - JAKARTA. Harga emas dunia masih menghadapi tekanan hingga akhir September 2026. Penguatan dolar Amerika Serikat (AS) dan kenaikan yield obligasi AS menjadi sentimen yang membebani pergerakan logam mulia, sehingga investor perlu mencermati sejumlah level teknikal sebelum menambah posisi.

Melansir Trading Economics pada Jumat (25/9/2026), harga emas di pasar spot berada di kisaran US$ 4.306 per ons troi. Harga tersebut melemah 1,76% dalam sepekan terakhir dan anjlok 6,26% dalam sebulan.

Presiden Komisaris HFX International Berjangka Sutopo Widodo mengatakan, harga emas saat ini masih berada dalam tren koreksi. Posisi tersebut menjadi level terendah sejak 16 September 2026.


Menurut Sutopo, tekanan terhadap emas terutama berasal dari penguatan harga minyak serta retorika hawkish dari Federal Reserve (The Fed).

“Dolar AS dan yield obligasi yang menguat menjadi tekanan terhadap emas. Dolar AS menyentuh level tertinggi dalam dua bulan sehingga emas yang dihargai dalam dolar menjadi lebih mahal bagi pembeli luar negeri,” ujar Sutopo kepada Kontan, Jumat (25/9/2026).

Baca Juga: Direktur Astra (ASII) Kompak Borong Saham Perusahaan, Segini Nilainya

Yield US Treasury (UST) tenor 10 tahun bertahan di sekitar level tertinggi dalam hampir dua dekade, yakni 5,17%. Sementara itu, indeks dolar AS (DXY) berada di level 101 atau menguat 0,8% dalam sepekan.

Kondisi tersebut meningkatkan biaya peluang atau opportunity cost bagi investor yang memegang emas karena aset tersebut tidak memberikan imbal hasil.

Sutopo menambahkan, kenaikan harga energi juga menjadi salah satu faktor yang menekan harga emas. Kenaikan energi dapat memicu kekhawatiran terhadap inflasi dan berpotensi membuat The Fed mempertahankan suku bunga tinggi atau bahkan kembali menaikkan suku bunga.

Harga Emas Antam Ikut Terkoreksi

Tekanan pada pasar emas global turut tercermin pada harga emas batangan Logam Mulia PT Aneka Tambang Tbk (Antam). Pergerakan harga emas Antam juga dipengaruhi oleh harga emas dunia serta nilai tukar rupiah terhadap dolar AS.

Harga emas Antam pada Jumat (25/9/2026) kembali turun dibandingkan perdagangan sehari sebelumnya. Untuk pecahan 1 gram, harga dasar emas Antam berada di Rp 2.590.000, turun Rp 15.000 dari posisi Rp 2.605.000 pada 24 September 2026.

Baca Juga: IHSG Melemah 3,09% Sepekan, Ini Sentimen Pemberatnya

Sutopo mengatakan, harga emas Antam sempat berada di kisaran Rp 2,57 juta-Rp 2,58 juta per gram pada pertengahan hingga akhir September. Dengan harga yang kini berada di sekitar Rp 2,5 juta per gram, pelemahan tersebut masih konsisten dengan koreksi harga emas global.

“Prospek jangka pendek masih akan bergantung pada arah dolar dan kebijakan The Fed. Kalau rupiah melemah, penurunan harga Antam bisa tertahan meski emas dunia masih lesu,” jelasnya.

Harga Emas Belum Aman untuk All-in

Koreksi harga emas membuat investor perlu lebih selektif dalam menentukan waktu pembelian. Sutopo menilai sinyal untuk melakukan akumulasi dalam jumlah besar belum sepenuhnya aman.

"Ini klasik, dan jawabannya tergantung profil investor. Tapi dari sisi analis pasar, sinyalnya belum sepenuhnya aman untuk all-in sekarang," tegas Sutopo.

Hingga akhir 2026, investor perlu mencermati area US$ 4.235 per ons troi sebagai level support pertama. Apabila level tersebut ditembus, harga emas berpotensi melanjutkan koreksi menuju area US$ 4.000 per ons troi.

Baca Juga: OJK Bertemu Menkeu Suahasil Bahas Insentif di Pasar Modal, Ini Usulannya

Karena itu, bagi investor dengan strategi konservatif, Sutopo menyarankan untuk mencermati arah kebijakan The Fed terlebih dahulu, terutama melalui pertemuan Federal Open Market Committee (FOMC) dan pernyataan para pejabat bank sentral AS.

Sementara bagi investor berorientasi jangka panjang yang menerapkan strategi pembelian bertahap atau dollar cost averaging (DCA), koreksi harga emas dapat dimanfaatkan untuk masuk secara bertahap, bukan sekaligus dalam jumlah besar.

Di sisi lain, resistance terdekat berada di kisaran US$ 4.300-US$ 4.360 per ons troi. Area tersebut menjadi level yang perlu diperhatikan jika harga emas kembali mengalami rebound.

Untuk emas Antam, Sutopo memperkirakan apabila harga emas spot turun ke kisaran US$ 4.000-US$ 4.100 per ons troi, dengan asumsi kurs rupiah terhadap dolar AS relatif stabil, harga emas Antam berpotensi turun ke kisaran Rp 2,4 juta-Rp 2,45 juta per gram.

Sebaliknya, apabila harga emas dunia kembali menguat ke kisaran US$ 4.350-US$ 4.400 per ons troi, harga emas Antam berpotensi kembali ke kisaran Rp 2,55 juta-Rp 2,6 juta per gram.

Cek Berita dan Artikel yang lain di Google News