Harga Emas Lanjut Melemah ke Bawah US$ 4.000 di Pagi Ini (14/7): Ini Pemicu Utamanya!



KONTAN.CO.ID - SINGAPURA.  Harga emas merosot ke level terendah dalam dua minggu pada pagi ini karena konflik Amerika Serikat (AS)-Iran di Teluk menyebabkan harga minyak melonjak dan memicu ketakutan inflasi, dengan pernyataan hawkish dari Gubernur Federal Reserve Christopher Waller semakin memperkuat pertaruhan pada suku bunga AS yang lebih tinggi

Selasa (14/7/2026) pukul 08.30 WIB, harga emas di pasar spot turun 0,2% menjadi US$ 3,993.83 per ons troi, setelah merosot sekitar 3% di sesi sebelumnya. Ini jadi persentase penurunan harian terbesar dalam lebih dari sebulan.

Sementara itu, harga emas berjangka untuk kontrak pengiriman Agustus 2026 stabil di US$ 4,000.7 per ons troi.


Sentimen emas datang setelah ,iliter AS melancarkan serangan pada malam ketiga berturut-turut terhadap Iran pada hari Senin (13/7/2026) dan dua tanker UEA diserang di Selat Hormuz, setelah Presiden AS Donald Trump mengatakan Washington kembali memblokade pengiriman Iran di Teluk.

Baca Juga: Bitcoin Turun 33%, Ini 4 Indikator yang Menunjukkan Pasar Kripto Masih Lesu

Harga minyak berjangka mencapai titik tertinggi sejak pertengahan Juni, setelah melonjak sekitar 9% di sesi sebelumnya, sementara imbal hasil Treasury AS dan dolar naik karena konflik antara Amerika Serikat dan Iran kembali berkobar pada akhir pekan.

Sementara itu, investor akan mencermati data CPI AS bulan Juni yang akan dirilis hari ini untuk mendapatkan petunjuk baru mengenai inflasi dan jalur kebijakan The Fed, dengan data PPI dan kesaksian setengah tahunan pertama Ketua The Fed Kevin Warsh di hadapan Kongres minggu ini juga dalam fokus.

Bank sentral AS mungkin perlu menaikkan suku bunga "dalam waktu dekat" jika data yang akan datang menunjukkan inflasi terus berlanjut jauh di atas target 2%, kata Waller pada hari Senin, dalam pernyataannya yang mencirikan kebijakan moneter berada di "persimpangan jalan".

Para investor telah meningkatkan taruhannya pada kenaikan suku bunga AS di bulan September, dengan FedWatch Tool dari CME Group menunjukkan kemungkinan kenaikan menjadi sekitar 78% dari 57% pada minggu lalu.

Uni Eropa pada hari Senin mengumumkan sanksi baru terhadap Sudan dengan menargetkan perdagangan emas negara tersebut, yang dikatakan digunakan untuk membiayai konflik militer di negara tersebut.

Di tempat lain, perak spot turun 1,2% menjadi US$ 56,98 per ounce, setelah sebelumnya menyentuh level terendah dalam dua minggu. Di sisi lain, harga Platinum turun 1% menjadi US$ 1.589,35 dan paladium turun 0,4% ke US$ 1.242,54.