Harga Emas Mahal, Konsumen Dunia Beralih ke Perhiasan Lebih Ringan
Kamis, 05 November 2026 04:00 WIB
Oleh: Adi Wikanto | Editor: Adi Wikanto
KONTAN.CO.ID - Harga emas sempat melambung tinggi pada tahun 2026 hingga menyentuh rekor tertinggi. Lonjakan harga emas mulai mengubah perilaku konsumen di pasar perhiasan dunia. Untuk menyesuaikan kemampuan belanja, masyarakat kini cenderung memilih perhiasan dengan bobot lebih ringan, ukuran lebih kecil, serta kadar emas yang lebih rendah. Perubahan pola belanja tersebut tercermin dalam laporan Gold Demand Trends Q3 2026 yang dirilis World Gold Council (WGC) pada Selasa (3/11/2026).
WGC mencatat, konsumsi perhiasan emas dunia pada kuartal III-2026 mencapai 312,9 ton. Jumlah tersebut menyusut 17% dibandingkan periode yang sama tahun lalu sebesar 376,4 ton. Penurunan itu menjadi yang terdalam untuk konsumsi perhiasan emas pada kuartal III sejak WGC mulai mengumpulkan data pada 2000. Tingginya harga emas menjadi faktor utama yang menekan permintaan di berbagai pasar. Konsumen pun menyesuaikan pilihan dengan membeli perhiasan yang lebih ringan, berukuran kecil, atau memiliki kadar karat lebih rendah. Baca Juga: BP Tunjuk Mantan Eksekutif Shell Pimpin Bisnis Hilir Nilai belanja perhiasan emas justru meningkat Meski volume pembelian turun, nilai permintaan perhiasan emas dunia justru masih tumbuh. WGC mencatat, nilai permintaan pada kuartal III-2026 meningkat 2% secara tahunan menjadi US$ 43 miliar. Tren serupa terlihat sepanjang Januari-September 2026. Konsumsi perhiasan emas dunia selama sembilan bulan pertama tahun ini turun 19% secara tahunan menjadi 889 ton. Angka tersebut merupakan volume terendah untuk periode sembilan bulan pertama dalam catatan WGC. Namun, nilai permintaannya naik 15% menjadi hampir US$ 130 miliar. Perbedaan antara volume dan nilai tersebut menunjukkan bahwa harga emas yang lebih tinggi membuat nilai transaksi tetap meningkat meskipun jumlah emas yang dibeli konsumen berkurang. WGC menilai keterjangkauan harga atau affordability menjadi tantangan utama bagi pasar perhiasan. Konsumen masih membeli emas, tetapi menyesuaikan spesifikasi produk agar sesuai dengan anggaran. Baca Juga: Kekalahan Partai Republik di Pemilu AS Berpotensi Ubah Arah Kebijakan Dagang Trump Permintaan perhiasan emas melemah di sejumlah negara Pergeseran pilihan konsumen terlihat di berbagai pasar utama. Di Amerika Serikat, permintaan perhiasan emas pada kuartal III-2026 turun 18% secara tahunan menjadi 21 ton. Konsumen merespons kenaikan harga dengan memilih produk yang lebih ringan dan berkadar emas lebih rendah. Di Eropa, konsumsi perhiasan emas menyusut 11% menjadi 11 ton. Volume tersebut menjadi yang terendah untuk kuartal III sejak 2020. Penurunan juga terjadi di Jepang. Permintaan perhiasan emas di negara tersebut turun 20% secara tahunan, seiring harga tinggi yang menekan pembelian untuk kebutuhan sehari-hari maupun pernikahan. Sementara itu, konsumen Korea Selatan juga cenderung memilih perhiasan yang lebih ringan dan berkadar emas lebih rendah. Meski demikian, permintaan untuk kebutuhan pernikahan masih memberikan dukungan terhadap pasar. Di kawasan ASEAN, WGC mencatat tekanan keterjangkauan harga mendorong konsumen untuk membeli perhiasan dengan bobot lebih ringan atau kadar karat lebih rendah. Tonton: IHSG Tersenyum Tipis Hari ini, Berikut 10 Saham LQ45 dengan PER Terendah & Tertinggi (4 Nov 2026). Permintaan perhiasan emas Indonesia turun 18% Indonesia juga mengalami penurunan permintaan perhiasan emas. WGC mencatat, konsumsi perhiasan emas Indonesia pada kuartal III-2026 mencapai 3,1 ton, turun 18% dibandingkan periode yang sama tahun sebelumnya sebesar 3,8 ton. Meski turun secara tahunan, permintaan tersebut sedikit meningkat dibandingkan kuartal II-2026 yang tercatat sebesar 3 ton. Dengan demikian, konsumsi perhiasan emas Indonesia tumbuh sekitar 2% secara kuartalan. WGC menyebut konsumen Indonesia masih berhati-hati di tengah kondisi ekonomi yang menantang. Sikap tersebut turut memengaruhi keputusan masyarakat dalam membeli perhiasan emas. Baca Juga: Harga Emas Dunia Naik Tipis, Penurunan Harga Minyak Redakan Kekhawatiran Inflasi Harga emas di India naik 45% Tekanan harga terhadap permintaan perhiasan terlihat lebih jelas di India. WGC mencatat, harga emas domestik rata-rata di negara tersebut pada kuartal III-2026 sekitar 45% lebih tinggi dibandingkan periode yang sama tahun lalu. Kondisi tersebut mendorong konsumen India semakin memperhatikan keterjangkauan harga. Mereka cenderung memilih perhiasan berbobot lebih ringan, berkadar emas lebih rendah, serta produk yang dihiasi batu permata. Konsumsi perhiasan emas India pada kuartal III-2026 tercatat sebesar 99,9 ton, turun 20% secara tahunan dari 125 ton pada kuartal III-2025. Angka itu menjadi yang terendah untuk periode kuartal III sejak 2020. WGC juga mencatat penjualan perhiasan bertatahkan berlian menunjukkan kinerja yang baik. Produk tersebut antara lain menggunakan emas dengan kadar 18 karat, 14 karat, dan 9 karat. Strategi tersebut memungkinkan peritel menawarkan produk dengan kandungan emas lebih sedikit, sehingga konsumen tetap dapat membeli perhiasan di tengah harga emas yang tinggi. Baca Juga: Harga Emas Terkoreksi Menjelang Pemilihan Paruh Waktu AS WGC perkirakan permintaan perhiasan masih tertekan WGC memperkirakan permintaan perhiasan emas masih menjadi salah satu komponen permintaan yang paling tertekan selama harga emas bertahan tinggi. Volume permintaan perhiasan diperkirakan terus melambat karena kenaikan harga membatasi kemampuan belanja konsumen di berbagai negara.
WGC juga memperkirakan permintaan perhiasan emas dunia kembali turun secara tahunan pada kuartal IV-2026. Meski demikian, terdapat peluang pemulihan musiman di China. Permintaan pada kuartal IV berpotensi didukung oleh faktor musiman, penyesuaian konsumen terhadap tingkat harga emas, serta kehadiran produk baru yang menarik minat pembeli muda. Secara keseluruhan, WGC menilai harga emas yang tinggi masih akan menjadi tantangan bagi pasar perhiasan global. Selama keterjangkauan harga belum membaik, konsumen diperkirakan tetap menyesuaikan pilihan produk dan volume pembelian. Sumber: https://money.kompas.com/read/2026/11/04/195404526/harga-emas-mahal-konsumen-mulai-pilih-perhiasan-yang-lebih-ringan?page=all#page2.
Istana Sebut Penyadapan Presiden Mengarah Makar, Prabowo Copot Kepala Staf Kepresidenan