KONTAN.CO.ID - JAKARTA. Pergerakan harga emas di pasar spot diperkirakan masih berpotensi melanjutkan tren penguatan dalam jangka pendek. Melansir Trading Economics pada Selasa (11/8/2026) pukul 15.20 WIB, harga emas berada di kisaran US$ 4.362 per ons troi. Harga emas tercatat melemah 0,66% secara harian, tetapi masih menguat 6,9% dalam sepekan. Berdasarkan analisis terbaru Dupoin Futures, momentum bullish masih mendominasi pergerakan pasar. Kondisi tersebut didukung oleh sinyal teknikal yang semakin kuat serta sentimen fundamental global yang kembali meningkatkan minat investor terhadap aset safe haven.
Analis Dupoin Futures, Geraldo Kofit, menyebut selama tidak terjadi perubahan signifikan pada struktur teknikal maupun sentimen makroekonomi, peluang emas untuk melanjutkan kenaikan masih cukup besar. Geraldo mencermati harga emas memiliki peluang untuk melanjutkan penguatan menuju area resistance US$ 4.484 hingga US$ 4.592 per ons troi yang menjadi target kenaikan berikutnya. “Struktur pergerakan harga juga mengindikasikan bahwa buyer masih memegang kendali atas pasar, sehingga tekanan beli diperkirakan tetap lebih dominan dibandingkan tekanan jual,” ungkap Geraldo dalam keterangannya, Selasa (11/8/2026).
Baca Juga: Rupiah Tertekan di Rp 17.861, Ini Ramalan Kurs Jelang Suksesi Gubernur BI Menurutnya, tren naik yang terjadi saat ini tidak hanya didukung oleh kenaikan harga, tetapi juga oleh indikator teknikal yang masih memberikan konfirmasi positif. Salah satu indikator yang menjadi perhatian adalah Stochastic yang masih bergerak naik dan belum menunjukkan tanda-tanda kehilangan momentum. Kondisi tersebut mengindikasikan bahwa kekuatan buyer masih cukup besar untuk mempertahankan tren bullish dalam jangka pendek hingga menengah. Selain itu, Dupoin Futures menilai struktur harga yang terus membentuk level tertinggi baru menjadi indikasi bahwa minat beli masih terus meningkat. Kondisi tersebut memperlihatkan kepercayaan investor terhadap prospek emas masih cukup tinggi, terutama di tengah berbagai ketidakpastian yang masih membayangi pasar global. Dari sisi fundamental, Dupoin Futures melihat penguatan harga emas masih memperoleh dukungan dari meningkatnya permintaan terhadap aset safe haven. Ketidakpastian terkait situasi di Selat Hormuz kembali menjadi perhatian utama investor global. Jalur pelayaran strategis tersebut memiliki peran penting dalam distribusi energi dunia sehingga setiap potensi gangguan berpeluang meningkatkan kekhawatiran pasar terhadap stabilitas ekonomi global. Tidak hanya itu, harga emas juga berhasil mencapai level tertinggi dalam lebih dari dua bulan terakhir. Pencapaian tersebut memicu meningkatnya fenomena fear of missing out (FOMO) di kalangan investor. Banyak pelaku pasar mulai masuk ke pasar karena khawatir kehilangan peluang memperoleh keuntungan dari tren kenaikan yang sedang berlangsung. Dupoin Futures juga menyoroti meningkatnya permintaan fisik emas dari China sebagai faktor tambahan yang memberikan dukungan terhadap harga. Sebagai salah satu konsumen emas terbesar di dunia, peningkatan pembelian dari China dinilai mampu memberikan fondasi yang lebih kuat bagi tren kenaikan emas.
Baca Juga: Bukan Sekadar Jual Aset, Ini Alasan Petrosea (PTRO) di Balik Transaksi KMS “Fokus pasar selanjutnya akan tertuju pada rilis Consumer Price Index (CPI) Amerika Serikat. Data inflasi tersebut menjadi salah satu indikator ekonomi paling penting yang akan memengaruhi ekspektasi pasar terhadap arah kebijakan suku bunga Federal Reserve (The Fed),” jelasnya.
Apabila inflasi menunjukkan perlambatan, peluang penurunan suku bunga akan semakin besar sehingga dapat memberikan sentimen positif tambahan bagi harga emas. Sebaliknya, apabila inflasi masih bertahan tinggi atau bahkan meningkat di atas perkiraan pasar, ekspektasi bahwa The Fed akan mempertahankan suku bunga tinggi lebih lama dapat kembali menguat. Kondisi tersebut berpotensi memperkuat dolar AS dan membatasi laju kenaikan emas dalam jangka pendek. Meski demikian, selama sentimen safe haven masih mendominasi dan tekanan beli tetap kuat, ruang penguatan harga emas dinilai masih terbuka. Cek Berita dan Artikel yang lain di
Google News