KONTAN.CO.ID - JAKARTA. Harga emas dunia masih berada dalam tren koreksi di tengah penguatan dolar AS dan
yield obligasi Amerika Serikat (AS). Kondisi tersebut membuat investor perlu mencermati level
support sebelum menentukan strategi akumulasi. Melansir
Bloomberg pada Jumat (25/9/2026), hingga pukul 18.00 WIB harga emas di pasar spot bertengger di kisaran US$ 4.311,11 per ons troi, naik 0,84% dalam sehari. Presiden Komisaris HFX International Berjangka Sutopo Widodo bilang, harga emas saat ini masih mengalami tren koreksi.
Baca Juga: OJK Bertemu Menkeu Suahasil Bahas Insentif di Pasar Modal, Ini Usulannya Menurut Sutopo, Tekanan terutama berasal dari penguatan harga minyak dan retorika
hawkish The Federal Reserve (The Fed). “Dolar AS dan yield obligasi yang menguat menjadi tekanan terhadap emas. Dolar AS menyentuh level tertinggi dalam dua bulan sehingga emas yang dihargai dalam dolar menjadi lebih mahal bagi pembeli luar negeri,” ujar Sutopo kepada Kontan, Jumat (25/9/2026). Yield US Treasury (UST) tenor 10 tahun bertahan di sekitar level tertinggi dalam hampir dua dekade. Saat ini bertengger di level 5,17%. Sementara indeks dolar AS (DXY) di level 101 atau menguat 0,8% sepekan. Kondisi tersebut meningkatkan biaya peluang atau opportunity cost dalam memegang emas yang tidak memberikan imbal hasil. Menurut Sutopo, kenaikan harga energi juga menjadi faktor yang menekan emas. Harga energi yang meningkat memicu kekhawatiran inflasi dan berpotensi membuat The Fed mempertahankan suku bunga tinggi atau bahkan kembali menaikkan suku bunga. Sementara itu, harga emas batangan Logam Mulia PT Aneka Tambang Tbk (Antam) juga ikut terkoreksi mengikuti pelemahan harga emas dunia dan pergerakan nilai tukar rupiah. Harga emas Antam hari ini kembali mengalami penurunan dibandingkan perdagangan sehari sebelumnya. Untuk pecahan 1 gram, harga dasar emas Antam berada di angka Rp 2.590.000, turun Rp 15.000 dari Rp 2.605.000 pada 24 September 2026. Sutopo mengatakan, harga emas Antam sempat berada di kisaran Rp 2,57 juta-Rp 2,58 juta per gram pada pertengahan hingga akhir September. Dengan harga yang kini berada di sekitar Rp 2,5 juta per gram, pelemahan tersebut disebut masih konsisten dengan koreksi harga emas global.
Baca Juga: IHSG Melemah 3,09% Sepekan, Ini Sentimen Pemberatnya “Prospek jangka pendek masih akan bergantung pada arah dolar dan kebijakan The Fed. Kalau rupiah melemah, penurunan harga Antam bisa tertahan meski emas dunia masih lesu,” jelasnya.
Belum Aman untuk All-in
Di tengah koreksi harga, investor perlu mempertimbangkan strategi masuk ke emas. Sutopo menyebut sinyal untuk melakukan akumulasi besar-besaran belum sepenuhnya aman. "Ini klasik, dan jawabannya tergantung profil investor. Tapi dari sisi analis pasar, sinyalnya belum sepenuhnya aman untuk all-in sekarang," tegas Sutopo. Hingga akhir tahun 2026, Sutopo menyebut investor perlu mencermati area US$ 4.235 per ons troi sebagai support pertama yang perlu diperhatikan. Jika level tersebut ditembus, emas berpotensi mengalami koreksi lebih dalam menuju area US$ 4.000 per ons troi. Karena itu, bagi investor dengan strategi konservatif, Sutopo menyarankan mencermati arah kebijakan The Fed terlebih dahulu, terutama melalui pertemuan FOMC dan pernyataan para pejabat bank sentral AS. Namun, bagi investor dengan orientasi jangka panjang dan menerapkan strategi pembelian bertahap atau dollar cost averaging (DCA), koreksi harga emas dapat dimanfaatkan sebagai momentum untuk masuk secara bertahap, bukan sekaligus dalam jumlah besar. Sementara itu, resistance terdekat berada di kisaran US$ 4.300-US$ 4.360 per ons troi. Level tersebut menjadi area yang perlu diperhatikan apabila harga emas kembali mengalami rebound.
Baca Juga: Triputra (TAPG) Jual Anak Usaha kepada Agraus Resources Senilai US$ 450.000 Untuk emas Antam, Sutopo memperkirakan apabila harga emas spot turun ke US$ 4.000-US$ 4.100 per ons troi dengan asumsi kurs rupiah terhadap dolar AS relatif stabil, harga emas Antam berpotensi turun ke kisaran Rp 2,4 juta-Rp 2,45 juta per gram. Sebaliknya, jika harga emas dunia kembali menguat ke US$ 4.350-US$ 4.400 per ons troi, harga emas Antam berpotensi kembali ke kisaran Rp 2,55 juta-Rp 2,6 juta per gram. Cek Berita dan Artikel yang lain di
Google News