Harga emas masih tertekan awal pekan



JAKARTA. Harga emas terus terpuruk hingga ke level terendah dalam tujuh bulan terakhir. Harga emas untuk pengiriman April 2013 di Divisi Comex, New York Mercantile Exchange (NYMEX) turun 0,4% menjadi US$ 1.572,8 per ons troi, Jumat (22/2).

Harga logam mulia ini turun 2,3% sepekan. Setahun terakhir, harga emas turun 11%.

Adam Klopfenstein, ahli strategi pasar senior dari Archer Financial Services Inc di Chicago mengatakan, kondisi global membaik dan tampaknya emas tidak terlalu diperlukan untuk lindung nilai. "Fakta bahwa Amerika Serikat mempertimbangkan penghentian program stimulus menunjukkan bahwa ekonomi membaik," kata Klopfenstein kepada Bloomberg.


Renji Betari, Analis iPasar Fisik Komoditas memperkirakan, terus turunnya harga emas kemungkinan besar hanya akan terjadi sampai akhir pekan lalu. Alasannya, penurunan yang terjadi kemarin sudah mencapai support US$ 1.570 per ons troi dalam perdagangan intraday.

Renji menambahkan, kemungkinan besar harga emas bisa rebound kecil di kisaran US$ 1.580 - US$ 1.585 per ons troi hari ini. "Setelah besok, mungkin ada tekanan sedikit ke US$ 1.570, tapi akan terjadi rebound sampai dengan menguat terus pekan depan," kata Renji. Renji mengatakan, harga emas perlu waktu dua sampai tiga pekan ke depan untuk bisa naik lagi.

Ibrahim, Analis Harves International Futures justru memprediksi, harga emas akan terus turun pekan-pekan mendatang. Ia meramal, harga emas bisa menyentuh US$ 1.500 per ons troi pekan ini.

Ibrahim mengatakan, penurunan harga emas merupakan antisipasi pasar terhadap rencana pengetatan anggaran Amerika Serikat yang sedianya akan diputuskan 1 Merat 2013. Bila rencana tersebut buntu, penurunan harga emas akan berlanjut.

Di dalam negeri, harga emas produksi PT Aneka Tambang Tbk pun turun. Jumat lalu, harga emas batangan dijual Rp 562.200 per gram. Harga ini naik tipis dibanding hari Kamis Rp 561.200, terendah sejak September 2012.

Cek Berita dan Artikel yang lain di Google News

Editor: Wahyu T.Rahmawati