KONTAN.CO.ID – JAKARTA. Harga emas global masih berpotensi bergerak volatil hingga akhir 2026 di tengah penguatan dolar Amerika Serikat (AS) dan tingginya imbal hasil obligasi pemerintah AS. Meski begitu, prospek emas untuk jangka menengah masih positif, sehingga investor disarankan mencermati peluang beli dengan strategi akumulasi bertahap. Berdasarkan data Trading Economics pada Senin (12/10/2026) pukul 11.51 WIB, harga emas berada di level US$ 4.196 per ons troi, naik 0,06% secara harian dan menguat 1,41% dalam sepekan. Namun, harga emas masih terkoreksi 2,34% dalam sebulan terakhir. Analis Doo Financial Futures Lukman Leong mengatakan, pergerakan harga emas hingga akhir tahun masih akan diwarnai sejumlah sentimen yang saling mempengaruhi, terutama kondisi pasar keuangan AS dan permintaan dari investor maupun bank sentral.
Harga Emas Masih Volatil, Investor Disarankan Akumulasi Bertahap
KONTAN.CO.ID – JAKARTA. Harga emas global masih berpotensi bergerak volatil hingga akhir 2026 di tengah penguatan dolar Amerika Serikat (AS) dan tingginya imbal hasil obligasi pemerintah AS. Meski begitu, prospek emas untuk jangka menengah masih positif, sehingga investor disarankan mencermati peluang beli dengan strategi akumulasi bertahap. Berdasarkan data Trading Economics pada Senin (12/10/2026) pukul 11.51 WIB, harga emas berada di level US$ 4.196 per ons troi, naik 0,06% secara harian dan menguat 1,41% dalam sepekan. Namun, harga emas masih terkoreksi 2,34% dalam sebulan terakhir. Analis Doo Financial Futures Lukman Leong mengatakan, pergerakan harga emas hingga akhir tahun masih akan diwarnai sejumlah sentimen yang saling mempengaruhi, terutama kondisi pasar keuangan AS dan permintaan dari investor maupun bank sentral.