KONTAN.CO.ID - JAKARTA. Harga emas melesat tajam pada perdagangan Kamis dan bertahan di kisaran mendekati US$5.600 per ons troi, seiring lonjakan permintaan aset safe haven di tengah ketidakpastian geopolitik dan ekonomi global. Sementara itu, harga perak ikut melonjak hingga menembus level US$120 per ons troi. Berdasarkan data perdagangan hingga pukul 07.52 GMT, harga emas spot naik 2,7% menjadi US$5.546,29 per ons troi, setelah sempat mencetak rekor tertinggi sepanjang masa di US$5.594,82 pada hari yang sama. Emas telah mencetak rekor harga tertinggi selama sembilan sesi perdagangan berturut-turut.
Kontrak berjangka emas AS untuk pengiriman Februari juga melonjak 4,5% menjadi US$5.539,20 per ons troi, setelah sebelumnya menyentuh rekor tertinggi di US$5.626,80.
Baca Juga: Pasar Global Kamis (29/1): Reli Saham Teknologi Asia Rehat, Emas Terus Cetak Rekor Analis ANZ, Soni Kumari, menyebut kenaikan harga emas didorong kuat oleh permintaan safe haven akibat situasi geopolitik yang tidak menentu serta kondisi politik di Amerika Serikat yang dinilai mengganggu kepercayaan investor. “Harga emas naik karena permintaan aset aman di tengah situasi geopolitik yang tidak biasa dan kondisi politik AS yang terlihat kurang stabil. Ada kekhawatiran terkait independensi The Fed. Ketika itu terjadi, kepercayaan investor terhadap sistem keuangan bisa terguncang,” ujarnya. Kekhawatiran tersebut muncul di tengah penyelidikan pidana yang dilakukan pemerintahan Presiden Donald Trump terhadap Ketua The Fed Jerome Powell, upaya pencopotan Gubernur The Fed Lisa Cook, serta rencana penunjukan pengganti Powell pada Mei mendatang. Analis Marex, Edward Meir, menambahkan bahwa lonjakan utang AS serta ketidakpastian sistem perdagangan global yang mulai terpecah menjadi blok-blok regional turut mendorong investor beralih ke emas. “Utang AS yang terus membesar dan tanda-tanda sistem perdagangan global yang terfragmentasi menjadi blok regional, bukan lagi berpusat pada AS, membuat investor semakin menumpuk kepemilikan emas,” jelasnya. Harga emas bahkan telah menembus level US$5.000 per ons troi untuk pertama kalinya pada awal pekan ini dan telah menguat lebih dari 10% sepanjang pekan berjalan. Sepanjang tahun ini, emas telah melonjak lebih dari 27%, setelah sebelumnya meroket 64% sepanjang 2025. Ketegangan AS-Iran dan Sikap The Fed Dorong Lonjakan Harga Dari sisi geopolitik, Presiden AS Donald Trump pada Rabu mendesak Iran untuk kembali ke meja perundingan terkait program nuklir. Trump memperingatkan bahwa serangan AS di masa depan akan jauh lebih keras dibandingkan serangan tahun lalu terhadap fasilitas nuklir Iran.
Baca Juga: Harga Emas Dunia Dekati US$5.600 per Ons Kamis (29/1), Investor Berburu Aset Aman Teheran merespons dengan ancaman akan membalas serangan terhadap AS, Israel, dan negara-negara yang mendukungnya. Di sisi lain, The Fed memutuskan menahan suku bunga acuannya, sesuai ekspektasi pasar. Powell menyatakan inflasi pada Desember masih berada jauh di atas target bank sentral sebesar 2%. Lonjakan harga emas juga memicu peningkatan aktivitas pembelian logam mulia di Shanghai dan Hong Kong. Sejumlah investor bahkan berspekulasi harga emas masih berpotensi naik lebih tinggi lagi. Harga Perak, Platinum, dan Palladium Ikut Meroket Tak hanya emas, harga perak spot juga naik 1,4% menjadi US$118,25 per ons troi, setelah sebelumnya menyentuh rekor tertinggi US$120,45. Permintaan investor yang mencari alternatif lebih murah dari emas, ditambah dengan keterbatasan pasokan dan aksi beli spekulatif, mendorong harga perak yang telah melonjak lebih dari 60% sepanjang 2026. Analis senior Capital.com, Kyle Rodda, mengingatkan bahwa reli perak yang sangat cepat berpotensi diikuti koreksi tajam ketika euforia pasar mereda, meskipun fundamental pasar perak dinilai masih kuat.
Baca Juga: Trump Senang Dolar Melemah, Tapi Investor Justru Panik Borong Emas “Banyak pelaku pasar masuk untuk memanfaatkan reli ini, sehingga ada potensi pembalikan arah yang tajam saat euforia berakhir. Namun, perlu diingat bahwa pasar perak tetap didukung fundamental yang kuat,” katanya.
Sementara itu, harga platinum spot naik 2,8% menjadi US$2.770,49 per ons troi, setelah sebelumnya mencetak rekor di US$2.918,80 pada awal pekan. Harga palladium juga naik 1,6% menjadi US$2.107,37 per ons troi. Kombinasi ketidakpastian geopolitik, kekhawatiran terhadap independensi bank sentral AS, pelemahan dolar AS, serta pembelian agresif oleh bank sentral dunia menjadi faktor utama yang menopang reli besar logam mulia di awal 2026.