Harga Emas Melemah, Dolar Menguat dan Ketegangan AS-Iran Tekan Pasar



KONTAN.CO.ID – JAKARTA. Harga emas dunia melemah pada awal pekan seiring penguatan dolar Amerika Serikat dan meningkatnya kekhawatiran inflasi akibat lonjakan harga minyak. Kebuntuan negosiasi damai antara Amerika Serikat dan Iran turut menambah tekanan pada pasar logam mulia.

Pada perdagangan Senin, harga emas spot turun 0,3% menjadi US$4.694,26 per ons. Penurunan ini memperpanjang koreksi setelah pekan lalu emas merosot 2,5%, sekaligus mengakhiri tren kenaikan selama empat pekan berturut-turut.

Sementara itu, kontrak berjangka emas AS untuk pengiriman Juni turun 0,9% ke level US$4.697,60 per ons.

Dolar Kuat dan Harga Minyak Naik Tekan Emas


Penguatan dolar AS menjadi faktor utama pelemahan emas, karena logam mulia ini menjadi lebih mahal bagi pemegang mata uang lain. Di sisi lain, kenaikan harga minyak meningkatkan kekhawatiran inflasi, yang berpotensi mendorong suku bunga tetap tinggi dalam jangka waktu lebih lama.

Baca Juga: Iran Ajukan Usulan ke AS untuk Buka Selat Hormuz dan Akhiri Perang

Kondisi ini terjadi di tengah stagnasi pembicaraan damai antara AS dan Iran yang memperpanjang gangguan ekspor energi dari kawasan Timur Tengah.

Presiden AS Donald Trump menyatakan Iran dapat menghubungi Washington jika ingin mengakhiri konflik yang telah berlangsung selama dua bulan. Ia juga menegaskan bahwa Iran tidak akan diizinkan memiliki senjata nuklir.

Namun, prospek perdamaian mengalami kemunduran setelah Trump membatalkan kunjungan dua utusan AS ke Pakistan, yang berperan sebagai mediator konflik. Menteri luar negeri Iran sebelumnya meninggalkan Islamabad tanpa bertemu perwakilan AS.

Pasar Menanti Keputusan The Fed

Pelaku pasar kini menantikan keputusan suku bunga dari Federal Reserve yang akan diumumkan setelah pertemuan dua hari pada Rabu. Kebijakan moneter ini menjadi faktor penting yang akan menentukan arah harga emas ke depan.

Di sisi lain, dinamika politik domestik AS juga turut mempengaruhi sentimen pasar. Senator Partai Republik Thom Tillis menyatakan akan melanjutkan proses konfirmasi Kevin Warsh sebagai calon ketua The Fed, setelah Departemen Kehakiman menghentikan penyelidikan terhadap ketua saat ini, Jerome Powell.

Baca Juga: Trump Persilakan Iran Hubungi AS via Telepon untuk Bahas Perdamaian

Permintaan Fisik Menguat di Asia

Berbeda dengan tren global, permintaan fisik emas di Asia menunjukkan peningkatan. Premi emas di India naik ke level tertinggi dalam 2,5 bulan terakhir akibat keterbatasan pasokan. Sementara itu, minat beli di China juga mengalami peningkatan.

Namun, kepemilikan emas oleh SPDR Gold Trust—ETF berbasis emas terbesar di dunia—justru turun 0,2% menjadi 966,30 metrik ton pada Kamis lalu, mencerminkan adanya tekanan dari sisi investasi.

Logam Mulia Lain Ikut Melemah

Selain emas, harga logam mulia lainnya juga mengalami penurunan. Perak spot turun 0,3% menjadi US$75,48 per ons, platinum melemah 0,3% ke US$2.005,15, dan paladium turun 0,3% ke US$1.492,22.