Harga Emas Melemah ke US$ 4.476 Rabu (3/6) di Tengah Memanasnya Konflik Timur Tengah



KONTAN.CO.ID - Harga emas melemah pada perdagangan Rabu (3/6/2026) seiring kenaikan harga minyak dunia akibat kembali memanasnya konflik di Timur Tengah.

Kenaikan harga energi memicu kekhawatiran inflasi yang lebih tinggi sehingga memperkuat ekspektasi bahwa suku bunga akan bertahan tinggi lebih lama.

Baca Juga: Damai Masih Jauh, Konflik Iran-AS Kembali Panaskan Kawasan Teluk


Mengutip Reuters, harga emas spot turun 0,2% menjadi US$ 4.476,50 per ons troi pada pukul 01.03 GMT. Sementara itu, kontrak berjangka emas Amerika Serikat untuk pengiriman Agustus turun 0,3% menjadi US$ 4.504,40 per ons troi.

Ketegangan di kawasan Teluk kembali meningkat setelah militer Amerika Serikat (AS) menyatakan bahwa serangan rudal Iran yang ditujukan ke Bahrain, Kuwait, dan sejumlah target regional lainnya berhasil digagalkan atau gagal mencapai sasaran.

Situasi ini terjadi ketika upaya diplomatik antara Washington dan Teheran masih menemui jalan buntu.

Baca Juga: Alarm Baru Ekonomi Jepang, Sektor Jasa Tersendat Akibat Lonjakan Biaya

Menteri Luar Negeri AS Marco Rubio pada Selasa (2/6/2026) menegaskan bahwa tim negosiasi Presiden Donald Trump tidak menawarkan pelonggaran sanksi kepada Iran sebagai imbalan atas pembukaan kembali Selat Hormuz.

Menurut Rubio, setiap kemungkinan pelonggaran sanksi tetap bergantung pada kesediaan Iran untuk menghentikan program nuklirnya.

Di sisi lain, harga minyak mentah naik lebih dari 1% pada perdagangan awal Rabu. Kenaikan tersebut memperdalam kekhawatiran pasar terhadap tekanan inflasi yang berpotensi mendorong kenaikan suku bunga lebih lanjut.

Presiden Federal Reserve Cleveland Beth Hammack mengatakan, pada Selasa bahwa bank sentral AS mungkin perlu menaikkan suku bunga dalam waktu dekat apabila tekanan inflasi yang sudah tinggi terus meningkat.

Baca Juga: Taiwan dan Korea Selatan Jadi Bintang Baru Bursa Asia, Ini Kata Goldman Sachs

Pelaku pasar kini menantikan rilis data ketenagakerjaan Amerika Serikat, termasuk data nonfarm payrolls yang dijadwalkan terbit pada Rabu dan laporan ketenagakerjaan bulanan pada Jumat (5/6), guna memperoleh petunjuk lebih lanjut mengenai arah kebijakan moneter The Fed.

Dari sisi pasokan fisik, ekspor emas Swiss pada April turun 20% dibandingkan bulan sebelumnya.

Penurunan ini terutama disebabkan oleh berkurangnya pengiriman ke Inggris dan China, meskipun ekspor ke India dan Hong Kong meningkat, berdasarkan data bea cukai Swiss yang dirilis Selasa.

Sementara itu, India memperketat aturan impor perak dengan memasukkan bentuk butiran dan bubuk ke dalam kategori barang yang dibatasi serta mewajibkan izin impor terlebih dahulu.

Baca Juga: Iran Klaim Serang Markas Armada Kelima AS, Ketegangan Timur Tengah Kian Memanas

Langkah tersebut dilakukan oleh konsumen perak terbesar dunia itu untuk menekan impor dan mengurangi tekanan terhadap nilai tukar rupee.

Untuk logam mulia lainnya, harga perak spot turun 0,5% menjadi US$ 74,73 per ons troi. Harga platinum melemah 0,2% menjadi US$ 1.932,25 per ons troi, sedangkan palladium turun 0,3% menjadi US$ 1.365,25 per ons troi.