Harga Emas Melemah, Prospek Suku Bunga Tinggi Membebani Sentimen



KONTAN.CO.ID - SINGAPURA. Harga emas melemah karena investor mempertimbangkan prospek bank-bank sentral utama yang akan mempertahankan suku bunga tetap tinggi dalam waktu lebih lama sebagai upaya untuk meredam inflasi yang persisten.

Mengutip Reuters, harga emas spot turun 0,2% menjadi US$ 4.345,55 per ons pada pukul 04.35 GMT. Kontrak berjangka emas AS untuk pengiriman Desember naik 0,2% menjadi US$ 4.383,10.

Nilai tukar dolar stabil di dekat level terkuatnya dalam dua bulan. Dolar yang lebih kuat membuat logam mulia yang dihargakan dalam mata uang AS tersebut menjadi lebih mahal bagi pembeli luar negeri.


Baca Juga: Harga Minyak Turun 1% di Tengah Hari Ini (23/9), WTI ke Bawah US$ 90

"Volatilitas jangka pendek pada emas sangat bergantung pada pergerakan harga minyak dan perkembangan situasi di Timur Tengah. Namun, faktor pendorong struktural jangka panjang bagi emas masih sangat kuat," ujar Kyle Rodda, analis pasar keuangan senior di Capital.com.

Meskipun logam mulia sering dianggap sebagai pelindung nilai terhadap inflasi, daya tariknya cenderung berkurang ketika suku bunga tinggi meningkatkan imbal hasil investasi yang menghasilkan bunga.

Presiden AS Donald Trump memperingatkan bahwa ia bisa menghancurkan Iran jika tidak ada kesepakatan untuk mengakhiri perang, namun juga mengisyaratkan bahwa kesepakatan mungkin segera tercapai di tengah upaya diplomatik di Perserikatan Bangsa-Bangsa (PBB).

Presiden Federal Reserve Boston, Susan Collins, menulis dalam unggahan LinkedIn bahwa ia mendukung keputusan bank sentral AS pekan lalu untuk menaikkan suku bunga guna mengantisipasi risiko inflasi di masa depan yang melampaui target 2%.  Collins, yang tahun ini bukan merupakan anggota dengan hak suara dalam Komite Pasar Terbuka Federal (FOMC) penentu suku bunga, tidak menyatakan apakah ia menginginkan kenaikan suku bunga lebih lanjut.

Baca Juga: Taiwan Jalin Hubungan Erat dengan AS Terkait Penjualan Senjata

Pekan lalu, The Fed menaikkan suku bunga acuan sebesar 25 basis poin menjadi 3,75%-4,00% dan mengisyaratkan kemungkinan adanya kenaikan lagi sebelum akhir tahun. 

Bank of Japan dan Bank Sentral Eropa juga baru-baru ini menaikkan suku bunga. Para analis di BMI mempertahankan perkiraan harga emas tahun 2026 pada rata-rata US$ 4.400 per ons, dengan mencatat bahwa risiko geopolitik yang tinggi serta aksi pembelian berkelanjutan oleh bank sentral diperkirakan akan menjaga harga emas tetap kuat dengan batas bawah di kisaran level US$ 3.800.