Harga Emas Melonjak 2% Menyusul Kesepakatan Pendamaian AS-Iran, Harga Minyak Merosot



KONTAN.CO.ID - JAKARTA. Harga emas dunia tercatat menguat sebesar 2% pada perdagangan hari Senin. Kenaikan tajam ini terjadi setelah pejabat Amerika Serikat dan Iran mengumumkan telah mencapai kesepakatan awal untuk mengakhiri konflik yang berkepanjangan di antara kedua negara.

Berita ini sekaligus memicu penurunan harga minyak mentah serta meredakan kekhawatiran pasar terhadap tekanan inflasi dan kebijakan suku bunga acuan yang lebih tinggi.

Berdasarkan data perdagangan pada pukul 01.22 GMT (8:22 WIB), harga emas spot naik 2% ke posisi 4.304,11 dolar AS per ons, menyentuh level tertingginya sejak tanggal 9 Juni lalu.


Sementara itu, kontrak berjangka emas Amerika Serikat untuk pengiriman bulan Agustus juga mengalami kenaikan sebesar 2%, diperdagangkan di angka 4.325,20 dolar AS per ons.

Pada hari Minggu, perwakilan resmi dari Amerika Serikat dan Iran merilis pernyataan bersama yang menyatakan telah menyepakati kerangka kerja sama untuk mengakhiri peperangan, menghentikan pemberlakuan blokade ekonomi AS terhadap Iran, serta membuka kembali akses jalur strategis Selat Hormuz.

Baca Juga: ByteDance Jajaki Pembelian Chip AI Lokal China dari Iluvatar CoreX dan Baidu

Perdana Menteri Pakistan, Shehbaz Sharif, juga mengonfirmasi hal tersebut melalui unggahannya di media sosial X, dan menyebutkan bahwa perjanjian damai ini akan ditandatangani secara resmi pada hari Jumat mendatang di wilayah Swiss.

Dampak positif dari berita perdamaian ini terasa nyata di berbagai sektor keuangan. Nilai tukar dolar AS melemah ke titik terendah dalam 10 hari terakhir, sehingga membuat emas yang diperdagangkan dalam mata uang Amerika tersebut menjadi lebih terjangkau bagi pembeli yang menggunakan mata uang negara lain.

Di sisi lain, harga minyak mentah dunia turun lebih dari 4% seiring meredanya ketegangan geopolitik di kawasan Timur Tengah.

Tim Waterer, Kepala Analis Pasar di KCM Trade, mengungkapkan pandangannya mengenai pergerakan pasar ini, "Penurunan harga minyak dan pelemahan nilai dolar AS yang dipicu oleh berkurangnya risiko geopolitik serta rencana pembukaan kembali Selat Hormuz, sangat membantu menstabilkan ekspektasi inflasi di pasar."

Ia menambahkan, "Kombinasi faktor ini menjadi pendorong terbesar bagi kenaikan harga logam mulia dalam beberapa pekan terakhir, meskipun keberlanjutan tren ini sangat bergantung pada seberapa kokoh dan bertahannya perjanjian damai tersebut di masa mendatang."

Perlu diketahui, harga emas sebenarnya telah mengalami penurunan sekitar 20% sejak pecahnya konflik militer antara Amerika Serikat dan Israel melawan Iran pada akhir Februari lalu.

Penutupan akses Selat Hormuz yang berlangsung efektif selama masa konflik menyebabkan lonjakan tajam harga minyak global, yang kemudian memicu kekhawatiran akan kenaikan laju inflasi dan ekspektasi bahwa suku bunga acuan akan tetap tinggi dalam jangka waktu yang lebih lama.

Baca Juga: Malaysia Turunkan Harga Referensi Minyak Sawit Mentah Juli, Bea Masuk Tetap 10%

Meskipun emas secara tradisional dikenal sebagai instrumen pelindung nilai dari inflasi, daya tarik aset ini cenderung menurun saat suku bunga sedang tinggi. Hal ini dikarenakan biaya peluang untuk menyimpan aset yang tidak memberikan imbal hasil bunga seperti emas menjadi lebih besar dibandingkan instrumen keuangan lain.

Sejalan dengan meredanya ketegangan, proyeksi pasar terhadap kemungkinan kenaikan suku bunga The Federal Reserve (Bank Sentral AS) pada bulan Desember mendatang turun menjadi 47%, angka ini jauh lebih rendah dibandingkan proyeksi minggu lalu yang mencapai 69%, berdasarkan data dari alat pemantau CME FedWatch.

Dalam catatan analisisnya, lembaga keuangan OCBC menuliskan, "Kekhawatiran terhadap penurunan nilai mata uang, risiko fiskal, serta perpecahan geopolitik yang masih berlangsung, terus menjadi penopang permintaan emas dalam jangka panjang. Sementara itu, pelonggaran tekanan inflasi yang dipicu oleh penurunan harga energi dapat membantu menguatkan kembali faktor-faktor pendorong permintaan tersebut."

Selain emas, logam mulia lainnya juga ikut menguat. Harga perak spot naik 3,1% ke angka 70,07 dolar AS per ons, harga platina naik 3,1% ke 1.771,27 dolar AS per ons, dan paladium tercatat menguat 3,3% ke posisi 1.325,76 dolar AS per ons.