Harga Emas Melonjak! Bisnis Pembiayaan Emas Bank Syariah Tumbuh Agresif



KONTAN.CO.ID – JAKARTA. Tren kenaikan harga emas global mendorong lonjakan signifikan pada bisnis pembiayaan emas di perbankan syariah.

Berdasarkan data dari situs resmi logammulia.com, harga emas per 4 Februari 2025 dibanderol Rp 2.946.000 per gram, naik Rp 102.000 dibandingkan perdagangan sebelumnya.

Sejumlah bank syariah besar mencatat pertumbuhan agresif, seiring meningkatnya minat masyarakat menjadikan emas sebagai instrumen investasi jangka panjang dan lindung nilai (safe haven).


PT Bank BCA Syariah menjadi salah satu bank yang mencatatkan kinerja impresif. Direktur BCA Syariah Pranata mengungkapkan, per Desember 2025 pembiayaan murabahah emas BCA Syariah tumbuh 238,1% secara tahunan (year-on-year/YoY) dengan nilai mencapai Rp520 miliar.

Baca Juga: Pengguna BRImo Capai 45,9 Juta User, Transaksi Tembus Rp 7.057 Triliun di 2025

“Di tengah harga emas yang terus meningkat, minat masyarakat untuk memiliki emas sebagai alat investasi juga terus bertumbuh. Hal ini tercermin dari lonjakan pembiayaan emas BCA Syariah sepanjang 2025,” ujar Pranata kepada Kontan.co.id, Senin (2/2/2026).

Menariknya, peminat produk pembiayaan Emas iB BCA Syariah berasal dari segmen yang cukup beragam, mulai dari generasi milenial hingga generasi Z. Skema pembiayaan syariah yang memungkinkan kepemilikan emas secara bertahap dinilai menjadi daya tarik utama, khususnya bagi nasabah muda yang ingin mulai berinvestasi tanpa harus menyediakan dana besar di awal.

Melihat tren tersebut, BCA Syariah optimistis pembiayaan emas masih memiliki prospek kuat pada 2026. Prospek harga emas yang cenderung meningkat, dibarengi dengan tingginya minat masyarakat terhadap instrumen safe haven, menjadi sentimen positif bagi kelanjutan pertumbuhan bisnis ini.

“Pembiayaan emas masih berpotensi menjadi peluang di tahun 2026, seiring dengan meningkatnya harga emas dan minat masyarakat terhadap emas sebagai investasi jangka panjang,” jelas Pranata.

Untuk menjaga momentum, BCA Syariah terus melakukan inovasi dan pengembangan layanan, antara lain melalui kemudahan pengajuan pembiayaan emas secara digital lewat mobile banking BSya by BCA Syariah, serta aktif berpartisipasi dalam berbagai pameran dan kegiatan literasi serta inklusi keuangan syariah.

Baca Juga: Premi Asuransi Motor Anjlok: YOII Punya Jurus Baru Hadapi Badai

Lonjakan pembiayaan emas juga dicatatkan PT Bank Muamalat Indonesia Tbk. Melalui produk Solusi Emas Hijrah (SOLEH), Bank Muamalat membukukan pertumbuhan yang sangat pesat sepanjang 2025.

Sekretaris Perusahaan Bank Muamalat Hayunaji menyebutkan, nilai pembiayaan emas perseroan melonjak sekitar 33 kali lipat secara tahunan hingga mencapai Rp1,1 triliun pada akhir 2025. Sejalan dengan itu, jumlah rekening pembiayaan emas melesat 1.218% YoY menjadi lebih dari 24.000 rekening.

“Pencapaian ini menunjukkan minat nasabah yang sangat kuat terhadap produk emas finansial, khususnya pembiayaan emas dengan skema cicilan,” ujar Hayunaji.

Ia menjelaskan, pertumbuhan tersebut ditopang oleh digitalisasi pengajuan pembiayaan melalui aplikasi Muamalat Digital Islamic Network (MDIN) yang dinilai lebih cepat dan praktis. Selain itu, meningkatnya kebutuhan masyarakat terhadap emas sebagai lindung nilai di tengah ketidakpastian ekonomi turut mendorong permintaan.

Dari sisi segmen, produk Solusi Emas Hijrah mayoritas dimanfaatkan oleh nasabah ritel individual. Skema cicilan menjadi pilihan utama karena tidak membutuhkan modal besar di awal, sehingga menjangkau segmen menengah ke bawah hingga menengah atas.

“Mayoritas nasabah memanfaatkan produk ini untuk investasi jangka menengah hingga panjang. Skema cicilan membuat kepemilikan emas menjadi lebih inklusif,” kata Hayunaji.

Bank Muamalat menegaskan bahwa meningkatnya minat terhadap emas tidak serta-merta menggeser dana tabungan atau deposito, karena produk emas bersifat pembiayaan, bukan simpanan.

“Nasabah tidak memindahkan dana simpanan, melainkan memanfaatkan pembiayaan untuk membeli emas secara angsuran. Jadi mekanismenya berbeda,” jelasnya.

Baca Juga: Gozco Capital Kembali Borong Saham BBYB Tingkatkan Porsi Kepemilikan Hingga 10,53%

Ke depan, Bank Muamalat menargetkan pertumbuhan pembiayaan emas sebesar 100% pada 2026, ditopang oleh perluasan mitra pemasok emas, optimalisasi digitalisasi untuk menjangkau Gen Z, serta penguatan literasi investasi emas syariah.

Sementara itu, PT Bank Syariah Nasional (BSN) juga mencatat pertumbuhan signifikan pada pembiayaan emas sejak resmi beroperasi pada 22 Desember 2025.

Direktur Consumer Banking BSN Mochamad Yut Penta mengungkapkan, dalam kurun waktu sekitar satu bulan, portofolio pembiayaan emas BSN melonjak dari sekitar Rp17 miliar menjadi Rp50 miliar hingga akhir 2025, atau tumbuh hampir 400%.

“Permintaan emas memang sedang tinggi. Kami optimistis karena berdasarkan kajian para analis, potensi kenaikannya masih besar,” ujar Yut Penta.

Saat ini, BSN masih memfokuskan pembiayaan emas kepada nasabah eksisting, seiring dengan pertimbangan mitigasi risiko. Dari sisi layanan digital, BSN memanfaatkan platform Bale Syariah, hasil pengembangan dari aplikasi BTN Bale milik induk usahanya.

Ke depan, BSN menargetkan pembiayaan emas dapat meningkat hingga sekitar Rp1 triliun sepanjang 2026, meski target resmi masih menunggu persetujuan Otoritas Jasa Keuangan (OJK). Produk cicilan emas ini menjadi bagian dari strategi diversifikasi portofolio BSN, di samping fokus utama di sektor pembiayaan perumahan syariah.

Selanjutnya: Temuan Visa: Aksi Penipuan Keuangan Makin Canggih Menggunakan AI Incar Nasabah

Menarik Dibaca: Promo Alfamart Home Care 1-15 Februari 2026, Attack-Wipol Diskon hingga 35%

Cek Berita dan Artikel yang lain di Google News