KONTAN.CO.ID - NEW YORK. Harga emas menguat tajam dan menyentuh level tertinggi dalam lebih dari tiga bulan pada perdagangan Senin (24/8/2026). Kenaikan ini didorong pelemahan dolar AS, arus dana ke ETF emas, serta meningkatnya perhatian pasar terhadap arah suku bunga Amerika Serikat (AS). Harga emas di pasar spot naik 0,8% menjadi US$4.639,49 per ons troi pada pukul 14.25 waktu AS. Harga sempat menyentuh US$ 4.680,70 per ons troi, level tertinggi sejak 14 Mei 2026.
Sementara itu, kontrak berjangka emas AS untuk pengiriman Desember ditutup naik 0,4% menjadi US$ 4.697,80 per ons troi. Analis American Gold Exchange Jim Wyckoff mengatakan kondisi fundamental dan teknikal saat ini sama-sama mendukung penguatan emas. "Fundamental dan teknikal saat ini sejalan mendukung emas," ujar Wyckoff.
Baca Juga: Harga Emas Menguat, Prospek ETF Emas Makin Menarik hingga Akhir 2026 Momentum emas juga diperkuat oleh arus dana masuk ke produk ETF berbasis emas. Berdasarkan data World Gold Council, ETF emas mencatat inflow 46,7 metrik ton atau sekitar US$6,4 miliar sepanjang pekan lalu. Angka tersebut menjadi arus permintaan mingguan terbesar dalam 10 bulan, terutama berasal dari ETF yang tercatat di Amerika Utara dan Eropa. Harga emas juga telah menembus rata-rata pergerakan 200 hari pada pekan lalu. Secara teknikal, kondisi tersebut semakin memperkuat tren kenaikan harga emas. Selain itu, rencana pembelian kembali obligasi oleh Departemen Keuangan AS turut menekan dolar AS ke level terendah dalam beberapa bulan terakhir. Pelemahan dolar membuat emas yang dihargai dalam mata uang tersebut menjadi lebih murah bagi pembeli di luar AS. Di sisi lain, ketegangan geopolitik turut menjadi faktor pendukung. Pemerintahan Presiden Donald Trump memperluas sanksi sekunder terhadap entitas maupun negara yang masih memiliki hubungan bisnis dengan Iran.
Baca Juga: Reli Harga Emas Diprediksi Berlanjut, Pekan Depan Bisa Tembus US$ 4.655 Kini, perhatian pasar beralih ke data inflasi AS. Indeks harga Personal Consumption Expenditures (PCE), yang menjadi indikator inflasi pilihan Federal Reserve, akan dirilis pada Rabu (26/8).
Pasar juga menunggu pidato perdana Ketua Federal Reserve Kevin Warsh dalam simposium Jackson Hole pada Jumat (28/8). Pernyataan Warsh akan menjadi salah satu petunjuk penting bagi pasar untuk membaca arah kebijakan suku bunga AS ke depan. Pergerakan emas juga akan dipengaruhi sejumlah pidato kebijakan di AS dan Jepang sepanjang pekan ini. Sementara itu, harga perak turun 0,4% menjadi US$68,69 per ons troi. Platinum melemah 0,2% menjadi US$1.874,87, sedangkan palladium naik 0,5% menjadi US$1.356,51 per ons troi. Cek Berita dan Artikel yang lain di
Google News