Harga emas melonjak saat dollar AS naik, analis melihat ini jadi sinyal bullish



KONTAN.CO.ID - JAKARTA. Aksi jual di pasar saham yang terjadi Selasa (2/10) kembali mengerek harga emas. Rabu (3/10) pukul 7.32 WIB, harga emas untuk pengiriman Desember 2018 di Commodity Exchange naik 0,32% ke US$ 1.210,90 per ons troi.

Harga emas menguat 1,61% dalam dua hari perdagangan. Lonjakan harga emas kembali ke atas level US$ 1.200 per ons troi ini dipicu oleh aksi jual pasar saham yang terjadi kemarin.

"Harga emas perlu bertahan di atas resistance antara US$ 1.205-US$ 1.215 sebelum kita yakin terbentuk level terendah baru," kata Fawad Razaqzada, analis forex.com seperti dikutip Reuters.


Bahkan, kenaikan harga emas kemarin tidak disebabkan oleh pelemahan dollar. Indeks dollar justru bertahan di atas level 95. 

"Indeks dollar berada di atas 95 dan emas tidak menghiraukan hal ini. Indeks dollar di sekitar level ini merupakan hambatan terbesar emas. Ketika hambatan tidak mempan, ini menunjukkan sinyal bullish,"kata George Gero, managing director RBC Wealth Management.

Harga emas terus menurun akibat kenaikan suku bunga Amerika Serikat yang menguatkan nilai tukar dollar. Tahun ini, Federal Reserve telah menaikkan suku bunga hingga tiga kali, dan berpotensi menambah kenaikan di akhir tahun mendatang.

Cek Berita dan Artikel yang lain di Google News

Editor: Wahyu T.Rahmawati