KONTAN.CO.ID - TOKYO. Harga logam mulia memulai tahun 2026 dengan penguatan, melanjutkan reli setelah kenaikan yang belum pernah terjadi sebelumnya pada tahun 2025. Sokongan datang karena ketegangan geopolitik dan harapan penurunan suku bunga tahun ini menjaga permintaan aset aman tetap utuh. Jumat (2/1/2026) pukul 16.00 WIB, harga emas spot naik 1,4% menjadi US$ 4.372,35 per ons troi, setelah mencapai rekor tertinggi US$ 4.549,71 per ons troi pada 26 Desember 2025. Sejalan, harga emas untuk kontrak pengiriman Februari 2026 naik 1% menjadi US$ 4.384,8 per ons troi.
"Logam mulia memulai tahun 2026 dengan cara yang hampir sama seperti pada tahun 2025 - yaitu dengan momentum positif," kata Tim Waterer, kepala analis pasar di KCM Trade.
Baca Juga: Bursa Hong Kong Melonjak Jumat (2/1), Hang Seng Tembus Level Tertinggi 1,5 Bulan Emas batangan mengalami reli luar biasa pada tahun 2025, mengakhiri tahun dengan kenaikan tahunan sebesar 64%, terbesar sejak tahun 1979. Pemotongan suku bunga, spekulasi pelonggaran lebih lanjut oleh Federal Reserve AS, konflik geopolitik, permintaan yang kuat dari bank sentral, dan peningkatan kepemilikan dalam dana yang diperdagangkan di bursa (ETF) telah memicu reli emas tahun lalu. Emas diperdagangkan dengan harga premium di pusat-pusat perdagangan utama India dan China—untuk pertama kalinya dalam sekitar dua bulan minggu ini, karena koreksi dari level tertinggi sepanjang masa membantu meningkatkan permintaan ritel, yang telah terpukul oleh reli harga yang belum pernah terjadi sebelumnya. Investor saat ini mengharapkan setidaknya dua pemotongan suku bunga Fed tahun ini meskipun data klaim pengangguran AS lemah. Aset yang tidak menghasilkan imbal hasil cenderung berkinerja baik dalam lingkungan suku bunga rendah. “(Logam mulia) tampaknya sedang memulihkan diri dari aksi jual akhir tahun yang menimpa mereka di awal pekan. Tekanan penutupan posisi akhir tahun telah mereda dan emas memulai tahun 2026 dengan keuntungan, sekarang fundamental kembali menjadi fokus,” kata Waterer. Harga perak spot naik 3,6% menjadi US$ 73,79 per ons troi, setelah mencapai rekor tertinggi sepanjang masa sebesar US$ 83,62 pada hari Senin. Perak mengakhiri tahun dengan melonjak 147%, jauh melampaui emas dalam apa yang merupakan tahun terbaiknya sepanjang sejarah. Logam ini menembus beberapa tonggak penting untuk pertama kalinya, didorong oleh penetapannya sebagai mineral penting AS, kendala pasokan, dan persediaan rendah di tengah meningkatnya permintaan industri dan investasi.
Baca Juga: Harga Minyak Mentah Sedikit Menguat Usai Cetak Koreksi Tahunan Terbesar Sejak 2020 Harga platinum spot naik 2,5% menjadi US$ 2.104,1 per ons troi, setelah mencapai rekor tertinggi sepanjang masa di US$ 2.478,5 per ons troi pada hari Senin. Platinum juga mencatatkan kenaikan tahunan terbesar sepanjang sejarah pada tahun 2025, dengan kenaikan sebesar 127%. Palladium naik 2,4% menjadi US$ 1.641,92 per ons troi, setelah menutup tahun sebelumnya dengan kenaikan 76%, yang merupakan kinerja terbaiknya dalam 15 tahun terakhir.