Harga Emas menguat di tengah komentar dovish



JAKARTA. Harga emas menguat setelah investor membertimbangkan komentar salah satu pejabat The Fed menjelang data inflasi Amerika Serikat (AS) serta melacak perkembangan rencana rudal Korea Utara.

Mengutip Bloomberg, Selasa (8/8) harga emas kontrak pengiriman Desember 2017 di Commodity Exchange menguat 0,41% ke level US$ 1.269,9 per ons troi dibanding sehari sebelumnya.

Gubernur The Fed bagian Minneapolis, Neel Kashkari mengatakan, inflasi telah mendekati target bank sentral di level 2%. Sementara Gubernur The Fed bagian St.Louis James Bullard menyatakan, rendahnya harga baru-baru ini merupakan alasan yang baik untuk membiarkan suku bunga dimana saat ini berada.


"Emas bergerak lebih tinggi hari ini karena Kashkari dan Bullard membuat pernyataan dovish," kata Jeffrey Halley, Market Strategist Oanda Corp. di Singapura, seperti dikutip Bloomberg, Selasa (8/8). "Para trader akan cemas menanti rilis inflasi AS Jumat nanti, dengan ekspektasi kenaikan suku bunga akan kembali melonjak," imbuhnya.

Lebih lanjut, Halley menyatakan, emas juga didukung oleh permintaan aset aman setelah "pertempuran sengit" dari Korea Utara. Negara komunis itu menolak untuk menghentikan pengembangan senjata nuklir dan meminta AS membayar kejahatannya.

Cek Berita dan Artikel yang lain di Google News

Editor: Sanny Cicilia