Harga Emas Menguat Jumat (9/12) Pagi, Investor Bersiap Keputusan The Fed Pekan Depan



KONTAN.CO.ID - JAKARTA. Harga emas menguat jelang akhir pekan. Pelemahan nilai tukar dolar menjadi penyebab utama selain aksi tunggu investor atas data inflasi Amerika Serikat (AS) dan rapat Federal Reserve pekan depan.

Jumat (9/12) pukul 6.45 WIB, harga emas spot naik tipis 0,05% ke US$ 1.790,02 per ons troi. Dalam sepekan, harga emas spot justru turun 0,42% dari posisi US$ 1.797,63 per ons troi akhir pekan lalu.

Sedangkan harga emas kontrak Februari 2023 di Commodity Exchange menguat tipis 0,02% ke US$ 1.801,90 per ons troi. Dalam sepekan, harga emas berjangka melemah 0,42%. 


Indeks dolar tergelincir 0,3% terhadap para mata uang utama dunia ke 104,77. Pelemahan nilai tukar dolar AS membuat emas lebih murah bagi pemegang mata uang lainnya.

Baca Juga: Harga 1 Gram Emas 24 Karat Hari Ini di Pegadaian Antam dan UBS Barengan Naik!

"Pasar hanya menunggu beberapa masukan fundamental baru," kata Jim Wyckoff, analis senior di Kitco Metals kepada Reuters. Dia menambahkan bahwa harga emas cenderung dalam perdagangan berombak menjelang pertemuan kebijakan The Fed minggu depan.

Investor mencermati keputusan kebijakan Fed yang akan dirilis pada 14 Desember. Sebagian besar pelaku pasar memperkirakan kenaikan suku bunga 50 basis poin (bps). Data harga konsumen November yang akan dirilis pada 13 Desember juga akan diawasi dengan ketat. 

"Apa yang akan diperhatikan trader bukan hanya apakah Fed menaikkan (suku bunga) setengah poin atau tiga perempat poin, tetapi juga tenor retorika mereka tentang laju kenaikan suku bunga di masa depan," kata Wyckoff.

Baca Juga: Harga Emas Antam Hari Ini Naik Rp 15.000 ke Rp 999.000 Per Gram, Kamis (8/12)

Data ekonomi AS yang kuat baru-baru ini telah menyebabkan kekhawatiran bahwa Fed akan menaikkan suku bunga lebih dari yang diproyeksikan baru-baru ini.

"Laporan pekerjaan adalah sebuah tekanan yang bisa menghalangi kenaikan harga emas yang lebih tinggi sebelum pertemuan Fed," kata Craig Erlam, analis pasar senior di OANDA dalam sebuah catatan.

Kenaikan suku bunga untuk melawan lonjakan inflasi cenderung meningkatkan biaya peluang memegang emas yang tidak memberikan imbal hasil.

World Gold Council (WGC) mengatakan, kepemilikan exchange traded fund (ETF) emas global turun selama tujuh bulan berturut-turut di bulan November. Tapi arus keluar dari investasi ini melambat menjadi 34 ton senilai US$ 1,8 miliar.

Cek Berita dan Artikel yang lain di Google News

Editor: Wahyu T.Rahmawati