KONTAN.CO.ID - Harga emas menguat pada perdagangan Kamis (27/8/2026), setelah terkoreksi lebih dari 1% pada sesi sebelumnya. Investor kini mengalihkan perhatian ke pernyataan Ketua Federal Reserve Amerika Serikat (AS) Kevin Warsh dalam simposium Jackson Hole.
Baca Juga: Banjir Dahsyat Nepal Tewaskan 157 Orang, Ratusan Masih Hilang Mengutip
Reuters, harga emas spot naik 0,5% menjadi US$ 4.615,27 per ons troi pada pukul 00.32 GMT. Pada perdagangan Rabu, harga emas tertekan setelah data menunjukkan inflasi AS masih berada di level tinggi. Sementara itu, harga emas berjangka AS naik 0,4% menjadi US$ 4.669,50 per ons troi. Data pemerintah AS menunjukkan inflasi tahunan pada Juli 2026 secara tak terduga bertahan di level tinggi. Kondisi tersebut berpotensi memperumit perdebatan di The Fed mengenai apakah suku bunga perlu dinaikkan atau dipertahankan. Inflasi AS masih berada di atas target The Fed sebesar 2% selama 65 bulan berturut-turut. Perlambatan inflasi juga terhenti setelah sebelumnya meningkat akibat dampak perang Iran terhadap harga energi.
Baca Juga: Bank Sentral Korea (BOK) Kerek Suku Bunga Jadi 3%, Tertinggi Sejak Januari 2025 Pasar kini memperkirakan peluang kenaikan suku bunga AS pada September mencapai 36,5%, sedangkan peluang kenaikan suku bunga hingga Desember mencapai 72,7%, berdasarkan CME FedWatch Tool. Emas yang tidak memberikan imbal hasil bunga cenderung kurang menarik ketika suku bunga berada di level tinggi. Karena itu, arah kebijakan moneter The Fed menjadi salah satu faktor penting bagi pergerakan harga emas. Ketua The Fed Kevin Warsh dijadwalkan menyampaikan pidato pada Jumat (28/8/2026) dalam simposium tahunan bank sentral AS di Jackson Hole.
Investor akan mencermati pernyataannya untuk mencari petunjuk mengenai arah kebijakan suku bunga berikutnya.
Baca Juga: Nvidia Dikabarkan Bakal Akuisisi Hugging Face, Nilai Kesepakatan Capai US$ 13 Miliar Di sisi lain, perkembangan geopolitik juga masih menjadi perhatian pasar. Perdana Menteri Qatar dijadwalkan mengunjungi Teheran untuk mendorong kembali upaya diplomasi setelah AS dan Iran saling melontarkan pernyataan terkait rencana Washington meningkatkan tekanan ekonomi terhadap Iran dengan menargetkan mitra dagangnya melalui sanksi. Di pasar logam mulia lainnya, harga perak spot naik 1% menjadi US$ 68,77 per ons troi. Harga platinum menguat 0,7% menjadi US$ 1.842,88 per ons troi, sementara palladium naik 0,3% menjadi US$ 1.332,34 per ons troi.