Harga Emas Meredup Selasa (15/9), Minyak Naik dan The Fed Jadi Biang Keroknya



KONTAN.CO.ID - Harga emas kembali melemah pada Selasa (15/9/2026), tertekan kenaikan harga minyak mentah yang meningkatkan kekhawatiran inflasi dan memperkuat ekspektasi suku bunga Amerika Serikat (AS) tetap tinggi.

Mengutip Reuters, harga emas spot turun 0,3% menjadi US$ 4.285,91 per ons troi pada pukul 00.15 GMT. Harga emas sempat jatuh ke level terendah dalam lebih dari sebulan pada perdagangan sebelumnya.

Baca Juga: Menteri Dalam Negeri AS: Larangan Ekspor Minyak AS Belum Bisa Turunkan Harga Energi


Sementara itu, harga emas berjangka AS untuk pengiriman Desember turun 0,6% menjadi US$ 4.326,90 per ons troi.

Pergerakan harga emas terjadi menjelang keputusan kebijakan moneter Federal Reserve (The Fed) pada Rabu (16/9).

Bank sentral AS dijadwalkan mengumumkan keputusan suku bunga pada pukul 14.00 waktu setempat setelah menggelar pertemuan selama dua hari.

Pasar keuangan saat ini memperkirakan The Fed akan menaikkan suku bunga acuan sebesar 25 basis poin ke kisaran 3,75%-4%.

Ekspektasi tersebut semakin kuat setelah data pada Jumat (11/9) menunjukkan inflasi konsumen AS meningkat pada Agustus. Indikator inflasi inti juga mencatat kenaikan terbesar dalam empat bulan.

Baca Juga: Asian Games 2026, Korea Selatan Protes Ke Jepang Karena Masalah Kasur

Harga minyak jadi tekanan baru

Kenaikan harga minyak menjadi faktor tambahan yang membebani emas. Harga minyak mentah kembali naik setelah konflik di Timur Tengah memicu kekhawatiran terhadap pasokan energi global.

Kelompok Houthi yang bersekutu dengan Iran melancarkan serangan baru terhadap Arab Saudi pada Senin (14/9).

Di sisi lain, negara-negara Arab di kawasan Teluk menunda pembicaraan yang direncanakan dengan Iran.

Situasi tersebut meningkatkan kekhawatiran konflik Timur Tengah meluas dan mengganggu pasokan minyak global.

Kenaikan harga energi berpotensi memperbesar tekanan inflasi di berbagai sektor ekonomi. Kondisi ini dapat membuat bank sentral mempertahankan kebijakan moneter ketat lebih lama.

Baca Juga: Harga Minyak Dunia Meledak 4,5% Tembus US$109, Ini Biang Keroknya

Emas memang dikenal sebagai aset lindung nilai terhadap inflasi dan risiko geopolitik. Namun, ketika suku bunga meningkat, daya tarik emas dapat berkurang karena emas tidak memberikan imbal hasil atau bunga.

Selain itu, kenaikan yield obligasi pemerintah AS turut menekan daya tarik emas. Yield US Treasury 10 tahun sempat menembus level psikologis 5% pada Senin, untuk pertama kalinya sejak Oktober 2023.

Level tersebut menjadi perhatian investor karena kenaikan imbal hasil obligasi dapat meningkatkan biaya peluang (opportunity cost) memegang emas.

Di pasar logam mulia lainnya, harga perak spot turun 0,4% menjadi US$ 62,99 per ons troi. Harga platinum turun 0,4% menjadi US$ 1.752,85 per ons troi, sedangkan palladium melemah 1% menjadi US$ 1.279,75 per ons troi.