KONTAN.CO.ID - Harga emas dunia melemah pada perdagangan Senin (29/6/2026) seiring meningkatnya ketegangan antara Amerika Serikat (AS) dan Iran yang mendorong kenaikan harga minyak, sementara ekspektasi pasar terhadap kenaikan suku bunga acuan Federal Reserve (The Fed) juga membebani logam mulia. Mengutip
Reuters, harga emas spot turun 0,5% menjadi US$ 4.067,99 per ons troi pada pukul 00.45 GMT. Sementara itu, kontrak berjangka emas AS untuk pengiriman Agustus melemah 0,4% ke level US$ 4.081,20 per ons troi.
Baca Juga: Messi vs Ronaldo di Piala Dunia 2026: Siapa yang Lebih Unggul di Fase Grup? Tekanan terhadap harga emas muncul setelah Iran meluncurkan rudal dan drone ke pangkalan militer AS di Kuwait dan Bahrain pada Minggu (28/6), tidak lama setelah Presiden AS Donald Trump mengancam akan "menghabisi" kepemimpinan Iran apabila Teheran tidak mematuhi kesepakatan penghentian perang. Meski demikian, laporan Axios menyebutkan Iran dan Amerika Serikat telah sepakat menghentikan sementara aksi permusuhan di kawasan Teluk dan kembali melanjutkan perundingan mengenai sengketa Selat Hormuz. Ketegangan geopolitik tersebut turut mendorong kenaikan harga minyak dunia setelah serangan balasan kedua negara kembali mengganggu aktivitas pengiriman energi melalui Selat Hormuz.
Baca Juga: Di Tengah Tekanan China, Perwira Penjaga Pantai Taiwan Andalkan Kekuatan Spiritual Di sisi lain, data ekonomi AS yang dirilis pekan lalu menunjukkan inflasi pada Mei meningkat melampaui 4% untuk pertama kalinya dalam tiga tahun terakhir, didorong lonjakan harga energi akibat konflik di Timur Tengah. Kondisi tersebut memperkuat ekspektasi pasar bahwa The Fed masih akan mempertahankan kebijakan moneter ketat. Pelaku pasar kini memperkirakan tiga kali kenaikan suku bunga acuan sepanjang tahun ini, dengan peluang sekitar 77% untuk kenaikan pada pertemuan Desember, berdasarkan CME FedWatch Tool. Suku bunga yang lebih tinggi cenderung mengurangi daya tarik emas karena logam mulia tidak memberikan imbal hasil (yield).
Di pasar fisik, emas mulai diperdagangkan dengan premi di India untuk pertama kalinya dalam satu setengah bulan terakhir setelah koreksi harga mendorong minat beli. Sebaliknya, permintaan di China, sebagai konsumen emas terbesar dunia, masih relatif lesu.
Baca Juga: Harga Minyak Naik usai Serangan Balasan AS-Iran Senin (29/6), Brent ke US$ 72,51 Sementara itu, data menunjukkan para spekulan meningkatkan posisi beli bersih (net long) emas sebanyak 91 kontrak menjadi 113.010 kontrak pada pekan yang berakhir 23 Juni. Untuk logam mulia lainnya, harga perak spot turun 1,1% menjadi US$ 58,49 per ons troi. Sebaliknya, platinum naik 0,4% ke US$ 1.620,15 per ons troi, sedangkan paladium turun 0,4% menjadi US$ 1.204,25 per ons troi.