Harga Emas Naik 1% ke US$5.178,6 Selasa (10/3) Sore, Meredanya Kekhawatiran Inflasi



KONTAN.CO.ID - Harga emas menguat sekitar 1% pada perdagangan Selasa (10/3/2026) setelah kekhawatiran inflasi mereda menyusul penurunan harga minyak.

Pelemahan dolar AS dan turunnya imbal hasil obligasi pemerintah Amerika Serikat turut memberikan dukungan bagi logam mulia tersebut.

Melansir Reuters, harga emas spot naik 0,8% menjadi US$5.178,60 per ons troi pada pukul 11.33 GMT, setelah sempat menguat lebih dari 1% pada awal sesi.


Baca Juga: Penjualan TSMC Melonjak, Namun Konflik Timur Tengah Mengintai industri AI

Sementara itu, kontrak emas berjangka AS untuk pengiriman April meningkat 1,7% menjadi US$5.188,60 per ons troi.

Analis ActivTrades Ricardo Evangelista mengatakan, pemulihan pasar saham turut memberikan ruang bagi kenaikan emas karena kebutuhan margin di aset lain berkurang.

Selain itu, pelemahan dolar AS dan turunnya imbal hasil obligasi pemerintah AS juga menjadi faktor positif bagi pasar emas.

“Kondisi dolar yang lebih lemah dan imbal hasil Treasury yang menurun jelas mendukung harga emas hari ini,” ujar Evangelista.

Penguatan emas terjadi setelah pasar saham global menguat dan harga minyak anjlok lebih dari 7%.

Baca Juga: Arab Saudi dan Negara Teluk Pangkas Produksi Minyak, Pasokan Global Menyusut

Penurunan harga minyak dipicu pernyataan Presiden AS Donald Trump yang menyebut perang di Timur Tengah berpotensi segera berakhir, sehingga meredakan kekhawatiran gangguan pasokan minyak global.

Namun, Korps Garda Revolusi Iran menyatakan pihaknya akan “menentukan akhir perang” dan tidak akan mengizinkan satu liter pun minyak diekspor dari kawasan tersebut jika serangan Amerika Serikat dan Israel terus berlanjut.

Konflik tersebut telah mengganggu aktivitas di Selat Hormuz, jalur strategis yang menangani sekitar seperlima pasokan minyak dunia.

Penutupan jalur ini membuat kapal tanker tertahan selama lebih dari sepekan dan memaksa sejumlah produsen menghentikan produksi karena kapasitas penyimpanan penuh, sehingga mendorong lonjakan harga energi.

Baca Juga: Startup AI Eks Meta Galang Dana Jumbo

Di pasar valuta, indeks dolar AS turun sekitar 0,6% ke level terendah dalam satu pekan. Pelemahan dolar membuat emas yang dihargai dalam dolar menjadi lebih murah bagi investor yang menggunakan mata uang lain.

Pada saat yang sama, imbal hasil obligasi pemerintah AS tenor 10 tahun juga turun, sehingga mengurangi biaya peluang memegang emas yang tidak memberikan imbal hasil.

Investor kini memperkirakan bank sentral AS, Federal Reserve, akan mempertahankan suku bunga pada akhir rapat dua hari yang dijadwalkan berakhir 18 Maret.

Pasar juga mulai melihat kemungkinan pemangkasan suku bunga pertama tahun ini terjadi pada Juli, menurut alat FedWatch milik CME Group.

Pelaku pasar saat ini menantikan rilis data inflasi Amerika Serikat, termasuk indeks harga konsumen (CPI) Februari yang akan dirilis Rabu, serta indeks Personal Consumption Expenditures (PCE) pada Jumat, yang merupakan indikator inflasi pilihan Federal Reserve.

Baca Juga: Stok Minyak Sawit Malaysia Turun ke Level Terendah Empat Bulan di Februari

Di pasar logam lainnya, harga perak spot naik 1,5% menjadi US$88,31 per ons troi, level tertinggi dalam sepekan.

Harga platinum menguat 0,8% menjadi US$2.199,60 per ons troi, sementara palladium turun 0,3% menjadi US$1.685,09 per ons troi.