KONTAN.CO.ID - LONDON. Harga emas naik tipis pada Kamis (26/2/2026) karena ketidakpastian mengenai kebijakan tarif AS meningkatkan daya tarik logam mulia ini sebagai aset safe-haven. Sementara investor menunggu detail lebih lanjut tentang pembicaraan AS-Iran hari ini. Mengutip
Reuters, harga emas spot naik 0,1% menjadi US$ 5.174,07 per ons pada pukul 11.44 GMT. Emas batangan mencapai level tertinggi dalam lebih dari tiga minggu pada hari Selasa.
Kontrak emas berjangka AS untuk pengiriman April turun 0,7% menjadi US$ 5.190,30. Dolar AS melemah, membuat komoditas berdenominasi dolar lebih terjangkau bagi pemegang mata uang lain.
Baca Juga: Instagram Akan Kirim Notifikasi ke Orang Tua soal Aktivitas Berisiko Remaja "Ketegangan yang terus berlanjut antara Iran dan AS serta ketidakpastian seputar ekonomi global dengan tarif (Presiden Donald) Trump merupakan katalis bullish," kata Carlo Alberto De Casa, analis eksternal di grup perbankan Swissquote. Utusan AS Steve Witkoff dan menantu Trump, Jared Kushner, dijadwalkan bertemu dengan delegasi Iran untuk putaran ketiga pembicaraan nuklir pada hari ini di Jenewa. Trump secara singkat memaparkan alasannya untuk kemungkinan serangan terhadap Iran dalam pidato kenegaraannya pada hari Selasa, dengan mengatakan bahwa ia tidak akan membiarkan negara yang ia gambarkan sebagai sponsor terorisme terbesar di dunia memiliki senjata nuklir. "Tarif AS untuk beberapa negara akan naik menjadi 15% atau lebih tinggi dari tarif baru yang diberlakukan sebesar 10%," kata Perwakilan Dagang AS Jamieson Greer pada hari Rabu, tanpa menyebutkan mitra dagang tertentu atau memberikan detail lebih lanjut.
Baca Juga: Puma Batalkan Dividen, Proyeksi Catatkan Rugi Operasional di 2026 Harga emas mencapai rekor tertinggi US$ 5.594,82 pada 29 Januari dan naik 20% sepanjang tahun ini. "Demam emas global tampaknya belum berakhir... Secara keseluruhan, sentimen tetap positif dengan pembelian yang kuat datang dari Asia dan dari bank sentral," kata De Casa. Dari sisi data, investor menunggu data klaim pengangguran AS mingguan, yang akan dirilis hari ini.