KONTAN.CO.ID - LONDON. Harga emas menguat lebih dari 1% pada hari ini karena dolar Amerika Serikat (AS) melemah dan harga minyak turun. Di sisi lain, investor menunggu keputusan Federal Reserve (The Fed) yang akan datang tentang suku bunga untuk arahan lebih lanjut. Rabu (16/9/2026) pukul 17.45 WIB, harga emas spot naik 1,3% menjadi US$ 4.346,30 per ons troi setelah menyentuh level terendah lebih dari satu bulan pada hari Senin (14/9/2026). Sejalan, harga emas kontrak pengiriman Desember 2026 juga menguat
1,3% menjadi US$ 4.387,6 per ons troi.
Sentimen positif bagi emas datang setelah harga minyak turun usai reli dua hari dengan dolar AS yang melemah membuat logam mulia yang diperdagangkan dalam denominasi dolar AS lebih murah bagi pembeli yang memegang mata uang lain.
Baca Juga: Bukan Cuma Kenaikan Suku Bunga The Fed, Pasar Cermati Pernyataan Kevin Warsh "Emas menguat hari ini karena melemahnya dolar, pendinginan harga minyak, dan penurunan imbal hasil obligasi AS," kata Nikos Tzabouras, analis pasar senior di Tradu.com milik Jefferies. "Secara teknis, bias jangka pendek tetap ke arah penurunan, tetapi lintasan emas akan ditentukan oleh keputusan The Fed." The Fed akan mengumumkan keputusan suku bunganya pada pukul 18.00 GMT, yang akan diikuti oleh konferensi pers dari Ketua Fed Kevin Warsh. Para pedagang memperkirakan peluang 93% setidaknya kenaikan suku bunga AS sebesar 25 basis poin, menurut CME FedWatch Tool. Emas, secara tradisional dipandang sebagai lindung nilai inflasi, tetapi suku bunga yang lebih tinggi meningkatkan biaya peluang untuk memegang emas batangan yang tidak menghasilkan imbal hasil. “Selama gangguan pasokan terus membuat harga minyak mentah dan harga konsumen tetap tinggi, tekanan untuk pengetatan moneter akan terus berlanjut, yang akan membebani harga emas,” kata Tzabouras. “Di sisi lain, defisit yang membengkak mengikis kepercayaan terhadap dolar AS dan memicu perdagangan penurunan nilai mata uang, mendorong investor menuju aset keras seperti emas.”
Bank sentral lainnya juga akan mengumumkan keputusan suku bunga minggu ini, dengan Bank of Japan (BOJ) akan menaikkan suku bunga ke level tertinggi dalam 31 tahun pada hari Jumat (18/9/2026) dan memberi sinyal kesiapan untuk terus menaikkan biaya pinjaman.
Baca Juga: Broker Global Ramai-ramai Prediksi S&P 500 Tembus 8.000 pada 2026 Di bidang geopolitik, pertahanan udara Arab Saudi menghancurkan sebuah drone Houthi di selatan Mekah sebelum memasuki wilayah udara terlarang di atas kota suci tersebut, kata seorang juru bicara koalisi militer pimpinan Saudi di Yaman, seiring dengan meluasnya pertempuran di Timur Tengah. Di antara logam lainnya, harga perak spot naik 1,4% menjadi US$ 64,54 per ons troi, platinum naik tipis 0,3% menjadi US$ 1.782,74, dan paladium menguat 1,8% menjadi US$ 1.313,42.