Harga Emas Naik, Jumat (20/2), Investor Masih Tunggu Sinyal Arah Bunga The Fed



KONTAN.CO.ID - LONDON. Harga emas naik pada Jumat (20/2/2026). Meski naik, secara mingguan harga emas turun karena dolar AS naik ke level tertinggi hampir satu bulan.

Saat ini investor menunggu data inflasi Amerika Serikat (AS) yang penting untuk menilai kebijakan moneter Federal Reserve ke depannya.

Jumat (20/2/2026), harga emas spot naik 0,4% menjadi US$ 5.020,95 per ons pada pukul 07.01 GMT, dan turun sekitar 0,5% sepanjang minggu ini. Harga kontrak berjangka emas AS untuk pengiriman April naik 0,8% menjadi US$ 5.037,60.


"Logam mulia masih sangat diminati oleh banyak investor dan mereka masih ingin membeli ketika harganya lebih rendah," kata Brian Lan, Direktur Pelaksana GoldSilver Central, dealer emas dan perak fisik yang berbasis di Singapura seperti dilansir Reuters.

Baca Juga: Dolar AS Cetak Kinerja Mingguan Terbaik dalam Empat Bulan Jumat (20/2) Pagi

Menurut Lan, bank sentral akan terus memandang emas sebagai kelas aset yang perlu dipegang karena risiko geopolitik antara AS dan Iran terus berlanjut.

Presiden AS Donald Trump memperingatkan Iran pada hari Kamis bahwa mereka harus membuat kesepakatan mengenai program nuklir mereka atau "hal-hal yang sangat buruk" akan terjadi, dan menetapkan tenggat waktu 10 hingga 15 hari, yang memicu ancaman dari Teheran untuk membalas serangan terhadap pangkalan AS di wilayah tersebut jika diserang.

Goldman Sachs mencatat perlambatan pembelian emas oleh bank sentral baru-baru ini karena volatilitas harga yang tinggi kemungkinan besar bersifat sementara. Perusahaan pialang tersebut melihat lintasan jangka menengah untuk harga emas sebagai tren naik, berpotensi dengan volatilitas yang tinggi.

Data Pengeluaran Konsumsi Pribadi AS, indikator inflasi pilihan Federal Reserve, kini menjadi fokus untuk mendapatkan petunjuk tentang kebijakan moneter AS.

Beberapa pembuat kebijakan Federal Reserve terbuka untuk menaikkan suku bunga jika inflasi tetap tinggi, seperti yang ditunjukkan oleh risalah rapat kebijakan bank sentral Januari minggu ini.

Menurut FedWatch Tool dari CME, para pedagang sedikit mengurangi taruhan mereka untuk penurunan suku bunga pada bulan Juni.

Emas batangan yang tidak memberikan imbal hasil cenderung berkinerja baik dalam lingkungan suku bunga rendah.

Permintaan emas tetap lesu di India minggu ini karena harga yang berfluktuasi menghalangi pembeli, sementara pusat-pusat utama Asia lainnya, termasuk Tiongkok, tutup karena liburan Tahun Baru Imlek.

Sementara itu, harga perak spot naik 0,6% menjadi US$ 78,83 per ons pada Jumat (20/2/2026). 

Baca Juga: Koji Sato Sempat Jadi Harapan, Kini Toyota Beralih ke Kenta Kon

Selanjutnya: Apakah Bisa Menukarkan Uang Baru di Bank Umum? Cek Penjelasan Selengkapnya

Menarik Dibaca: 10 Promo Bukber 2026: Ramadhan Makin Nikmat & Hemat di Gokana hingga HokBen