Harga Emas Naik Lebih dari 2% ke Level Tertinggi dalam Sebulan



KONTAN.CO.ID - NEW YORK. Harga emas naik lebih dari 2% pada Rabu (5/8/2026) ke level tertinggi dalam satu bulan karena harapan kesepakatan perdamaian Amerika Serikat (AS)-Iran berpotensi meredakan kekhawatiran soal kenaikan inflasi.

Namun, investor menunggu data pekerjaan AS yang penting untuk petunjuk tentang jalur kebijakan Federal Reserve.

Rabu (5/8/2026), harga emas spot naik 2,2% menjadi US$ 4.164,13 per ons pada pukul 08.36 GMT, level tertinggi sejak 7 Juli 2026. Harga kontrak berjangka emas AS juga naik 1,7% menjadi US$ 4.223,60.


Presiden AS Donald Trump mengatakan pemerintahannya telah melakukan "diskusi yang sangat baik" dengan Iran selama negosiasi sepanjang hari pada hari Selasa, yang memicu ekspektasi akan segera berakhirnya konflik lima bulan tersebut.

"Ada semakin banyak tanda-tanda kesepakatan gencatan senjata di Teluk, yang berarti imbal hasil obligasi pemerintah bergerak lebih rendah karena kekhawatiran inflasi mereda, yang membantu membuat aset non-imbal hasil seperti emas menjadi lebih menarik," kata Jamie Dutta, analis pasar di platform perdagangan Nemo.money seperti dikutip Reuters.

Baca Juga: Yen Melemah, Honda Kerek Proyeksi Laba Operasional Tahunan

Dolar AS tetap berada di bawah tekanan, membuat logam mulia yang dihargai dalam dolar AS lebih menarik bagi pemegang mata uang lain. Sementara imbal hasil US Treasury acuan 10 tahun turun ke level terendah dalam satu minggu.

Emas cenderung kehilangan daya tariknya dalam lingkungan suku bunga tinggi meskipun berstatus sebagai lindung nilai inflasi, karena tidak memberikan bunga.

Para trader sekarang memperkirakan probabilitas kenaikan suku bunga pada bulan September sebesar 59%, turun dari 67% sehari sebelumnya, menurut CME FedWatch Tool.

Sementara itu, Presiden Bank Sentral Kansas City, Jeff Schmid, mengatakan pada hari Selasa bahwa pengetatan kebijakan moneter diperlukan untuk menurunkan inflasi yang "terlalu tinggi" kembali ke target 2%.

"Kekhawatiran tentang kredibilitas Fed kemungkinan akan mereda seiring dengan kenaikan suku bunga bank sentral dalam beberapa bulan mendatang. Hal itu akan mengakibatkan harga emas turun dan menetap di bawah $4.000 per ons sebelum akhir tahun ini," kata Hamad Hussain, ekonom iklim dan komoditas di Capital Economics.

Baca Juga: Indeks KOSPI Ditutup Melonjak 3,8% ke Level Tertinggi dalam 1 Minggu

Fokus saat ini adalah laporan ketenagakerjaan ADP yang akan dirilis pukul 12.15 GMT dan laporan penggajian non-pertanian Juli yang dijadwalkan pada hari Jumat.

Harga perak spot naik 3,3% menjadi US$ 61,49 per ons, level tertinggi sejak 7 Juli. Harga platinum naik 1,1% menjadi US$ 1.753,84, setelah mencapai level tertinggi sejak pertengahan Juni sebelumnya, dan harga paladium naik 1,6% menjadi US$ 1.375,15, setelah melewati puncak dua bulan.